Kamis, 24 April 2014
Dokumen Tragedi Hillsborough Dipublikasikan
Rabu, 12 September 2012 | 22:19 WIB
Dibaca:
|
Share:
LIVERPOOL
Suporter Liverpool membentangkan spanduk yang menuntut keadilan Tragedi Hillsborough, April 2009 lalu. Tragedi sepak bola terbesar di Inggris itu sendiri terjadi pada 15 April 1989, saat Liverpool melawan Nottingham Forest pada semifinal Piala FA di Stadion Hillsborough.

LIVERPOOL, KOMPAS.com Ribuan dokumen resmi yang terkait dengan bencana sepak bola Hillsborough 1989 di Inggris, Rabu (12/9/2012), dibuka untuk publik. Tragedi yang menewaskan 96 penggemar Liverpool tersebut mengungkap beberapa fakta yang cukup mengagetkan. Salah satunya, polisi melakukan kesalahan kontrol yang ikut menyebabkan tragedi itu.

Tragedi terjadi pada 15 April 1989, di semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Salah satu tribun Stadion Hillsborough yang disebut Leppings Lane runtuh. Stadion itu dimiliki klub Sheffield Wednesday di Yorkshire, utara Inggris.

Beberapa anggota keluarga korban berharap dokumen-dokumen itu akan memberi titik terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dokumen-dokumen tersebut didapat dari arsip-arsip milik 80 organisasi, termasuk Pemerintah Inggris, Kepolisian Yorkshire Selatan, Dewan Kota Sheffield, pemeriksa mayat Yorkshire Selatan, serta pemadam kebakaran dan rumah sakit.

Dokumen-dokumen pemerintah biasanya tidak dipublikasikan di Inggris sebelum berumur 30 tahun. Namun, pada sidang parlemen Agustus tahun lalu, hal itu disetujui untuk dipublikasikan tanpa menyensor pengungkapan semua dokumen yang berkaitan dengan tragedi tersebut. Keputusan itu diambil setelah lebih dari 100.000 orang menandatangani petisi pemerintah via internet. Ini memicu perdebatan di parlemen mengenai publikasi berkas-berkas mengenai bencana itu. Petisi via internet itu saat ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 156.000 orang.

Keluarga korban sebagai pihak pertama yang mendapat akses terhadap lebih dari 400.000 halaman dokumen tersebut. Panel Independen Hillsborough yang mengawasi proses tersebut memublikasikan laporan yang menjelaskan muatan dokumen-dokumen itu.

Laporan yang dibuat oleh kepala peradilan, Peter Taylor, yang dipublikasikan pada 1990, menunjukkan bahwa penyebab utama bencana tersebut adalah kegagalan polisi dalam mengontrol situasi. Sebelumnya, polisi menyalahkan suporter mabuk sebagai biang tragedi.

Para keluarga korban mengatakan tidak adil bahwa tidak ada satu pun individu atau organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap tragedi itu. Mereka menyebut kepolisian lokal gagal menerapkan rencana darurat. Para suporter Liverpool di Leppings Lane juga ditolak saat meminta perawatan medis.

"Kami menginginkan tanggung jawab terhadap 96 nyawa," kata Margaret Aspinall, orangtua James, salah satu korban meninggal, saat diwawancarai BBC.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi hari yang baik bagi kota ini, bagi para penggemar. Mudah-mudahan kami mendapat apa yang mestinya kami dapatkan 23 tahun silam," tambah Aspinall, Ketua Grup Pendukung Keluarga Hillsborough.

 

Editor : Hery Prasetyo