Selasa, 21 Oktober 2014

Bola / Internasional

Van Gaal: Jika Gagal Saya "Digorok"

Rabu, 12 September 2012 | 17:20 WIB

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal, mengaku mengambil risiko besar dalam membentuk timnya, karena banyak memanfaatkan pemain muda. Jika gagal, katanya, ia akan "digorok".

Mantan Pelatih Bayern Muenchen ini mencoret beberapa pemain berpengalaman, seperti Rafael van der Vaart, Nigel de Jong, dan Gregory van der Wiel pada kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Turki dan Hungaria. Sebaliknya, dia mencoba beberapa pemain muda seperti Jordy Clasie, Ricardo van Rhijn, dan Kevin Strootman.

"Pengalaman sangat penting, tapi Anda bisa juga memiliki banyak pengalaman pada usia 16 atau 18 tahun. Saya memberi kesempatan (Clarence) Seedorf melakukan debut saat ia berumur 16 tahun, debut Iniesta pada umur 17 tahun, dan Xavi pada umur 18 tahun," kata Van Gaal memberi alasan, seprti dikutip situs resmi Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

"Secara relatif, menjadi hal mudah saat Anda menangani klub untuk menambil risiko. Tapi, menangani tim nasional jauh lebih sulit. Sebab, jika sesuatu mengalami kegagalan, maka saya akan 'digorok'," tegasnya.

Beruntung, sejauh ini perjalanan Belanda cukup mengesankan. Di pertandingan pertama, mereka menang 2-0 atas Turki dan yang kedua mengalahkan Hongaria 4-1. Belanda sementara berada di urutan ke-2 klasemen sementara Grup D Zona Eropa dengan nilai 6, hanya kalah selisih gol dari Rumania yang memimpin klasemen.

"Kami tahu memiliki enam poin dari dua pertandingan, mencetak enam gol, dan hanya kemasukan satu gol. Secara keseluruhan, itu sangat bagus," ujarnya.

 


Editor : Hery Prasetyo