

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar, memaparkan curahan hatinya melihat perkembangan sepak bola Indonesia saat ini. Dualisme yang terjadi di kubu PSSI turut membuat Agum prihatin.
"Semua pencinta sepak bola dan pencinta olahraga prihatin dengan kondisi sepak bola nasional. Kalau mau masalah ini selesai, berpulang kembali kepada kedua belah pihak. Harus ada keinginan yang tulus dari kedua belah pihak. Tinggalkan ego masing-masing. Hakikatnya cuma ada satu, demi sepak bola Indonesia, jangan memaksakan kehendak masing-masing," ujar Agum di sela-sela jumpa pers kegiatan PASS XII di Senayan, Selasa (11/9/2012).
"Sulit kalau kondisi seperti ini akan terjalin rekonsiliasi. Saya sendiri sudah cukup mengantarkan PSSI sampai kongres di Solo, tahun lalu. Saya hanya memperhatikan saja dari luar. Saya harapkan segera selesai. Karena kasihan, pendukung sepak bola terpecah-pecah," sambungnya.
Agum pernah menduduki jabatan Ketua Normalisasi untuk memperbaiki sepak bola Indonesia era Nurdin Halid. "Pertama, tinggalkan jauh-jauh kebijakan yang ada pada pengurus lama, jika itu salah. Kedua, tak semua kebijakan pengurus lama salah, kebijakan yang benar harus tetap dilanjutkan. Terakhir, temukan nilai baru yang tepat untuk membina sepak bola Indonesia, mulai hari ini sampai ke hari berikutnya, tak ada lagi pilih kasih," pungkasnya.
