Rabu, 23 Juli 2014

Bola / Liga Indonesia

Sepak Bola dan Futsal Terancam Batal di PON

Minggu, 9 September 2012 | 14:01 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kekisruhan menimpa beberapa cabang di Pekan Olahraga Nasional Riau 2012. Semua laga lanjutan sepak bola dan futsal pun terancam batal sejak Sabtu (8/9/2012). Penyebabnya, perselisihan yang merupakan dampak konflik yang berlarut dalam tubuh sepak bola Indonesia.

Kemarin pertandingan sepak bola dan futsal terhenti dan terancam tak bisa berlanjut karena pengurus PSSI menarik semua perangkat pertandingan: wasit, hakim garis, dan inspektur pertandingan. Penarikan itu merupakan buntut dari perseteruan antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Tiga laga pertama sepak bola juga kacau-balau karena diprotes Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Saleh Ismail Mukadar. Ketiga laga itu adalah Jambi versus Sulawesi Tenggara, Jabar kontra Jatim, dan Kaltim lawan Jateng.

Saleh menilai, tim Jambi adalah bentukan Pengurus Provinsi PSSI yang telah dibekukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Karena itu, tim ini dinilai tidak bisa tampil meski pengurus daerah yang dibekukan itu dimenangkan oleh keputusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Sebaliknya, Saleh meminta tim Jabar, yang dinyatakan tidak sah oleh BAORI, agar tampil melawan Jatim. Ketiga, Saleh memboikot laga Kaltim vs Jateng karena menganggap Kaltim tak layak. Saleh menilai, seharusnya Kalsel-lah yang maju meski di play off kalah WO dari Kaltim.

Karena protes tidak ditanggapi, Saleh menarik perangkat pertandingan yang membuat kompetisi sepak bola PON terancam batal. Hal ini pun berimbas ke futsal karena petugas pertandingannya sama.

Ketua Harian PB PON Riau Syamsurizal menyayangkan kisruh itu. ”Kami upayakan agar pertandingan tidak batal. Saat ini kami masih mencari penggantinya (perangkat pertandingan),” katanya. (WAD/OTW/ECA/MKN)

 


Editor : Hery Prasetyo
Sumber: