Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Malaga Tak Dijual
Kamis, 06 September 2012 | 07:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
LOUISA GOULIAMAKI / AFP
Pelatih Malaga, Manuel Pellegrini, menyelamati para pemainnya dan merayakan keberhasilan lolos ke penyisihan grup Liga Champions 2012/13 setelah menahan Panathinaikos tanpa gol dalam babak playoff di Stadion Olimpiade, Athena, Selasa (28/8/2012). Malaga lolos ke babak utama dengan kemenangan agregat 2-0.

MALAGA, KOMPAS.com — Kendati dalam krisis keuangan yang hebat, pemilik Malaga berkeras tak akan menjual klubnya.

"Kami telah menghabiskan banyak dana untuk berinvestasi di Malaga. Tak ada niat kami untuk mundur," papar Moayat Shatat, salah satu petinggi klub itu, dalam sebuah konferensi pers, Rabu (5/9/2012).

Malaga dimiliki Sheikh Abdullah Al-Thani, salah seorang anggota keluarga Kerajaan Qatar.

"Baik Sheikh Abdulah maupun (Wakil Presiden dan CEO) Abdullah Ghubn antusias mendukung proyek Malaga. Klub ini tak dijual," tandas Shatat yang dilansir Reuters.

Maklum saja, peringkat keempat Liga BBVA itu positif lolos ke penyisihan grup Liga Champions 2012/13.

Malaga pun telah menunjuk direktur umum dan direktur olahraga untuk mengatasi krisis finansialnya.

Rumor dilegonya Malaga berawal dari eksodus sejumlah pemain untuk mengatasi masalah keuangan.

Tercatat, Santi Cazorla telah dijual ke Arsenal dan striker Venezuela, Salomon Rondon, dilepas ke Rubin Kazan. Namun, Malaga sudah mendatangkan beberapa pemain anyar, termasuk bek AC Milan, Oguchi Onyewu yang berpaspor Amerika Serikat, dan striker Paraguay, Roque Santa Cruz, yang kenyang pengalaman di Premier League bersama Manchester City dan Blackburn Rovers.

Kabar sebelumnya, Sheikh Abdullah berniat menjual Malaga setelah hanya dua tahun mengakuisisinya.

Namun, niat itu batal dan klub pun telah mempromosikan seorang ahli pemasaran, Vicente Casado, sebagai direktur umum dan pria berkewarganegaraan Argentina, Mario Armando Husillos, sebagai direktur olahraga untuk tim inti. Husillos adalah mantan pemain Malaga.

"Yang terpenting, ada keseimbangan investasi untuk mencapai yang terbaik bagi Malaga," tegas Shatat.

Sumber :
AFP/Reuters
Editor : Daniel Sasongko