


MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan diminta membayar kompensasi 1 juta euro (sekitar Rp 12 miliar) kepada mantan pemainnya, Christian Vieri. Sebab, Inter menyewa agen untuk memata-matai kehidupan Vieri di luar lapangan.
Hal itu terjadi antara 1999 dan 2004, ketika Vieri menjadi pemain Inter. Untuk mengawasi apakah Vieri melanggar aturan klub di luar lapangan, Inter sampai menyewa agen untuk memata-matainya. Bahkan, telepon Vieri juga disadap.
Merasa kehidupan pribadinya dicampuri, Vieri mengadukan kasus ini ke pengadilan. Dia menuntut ganti rugi sebesar 20 juta euro (sekitar Rp 239,8 miliar). Namun, pengadilan hanya mengabulkan 1 juta euro.
Meski begitu, Inter masih akan mengajukan banding. "Kami sedikit kaget oleh putusan pengadilan tersebut dan akan mengajukan banding, sebab kami tetap yakin di pihak yang benar," kata Direktur Umum Inter, Marco Fassone.
"Dalam keadilan olahraga, peristiwa seperti ini sudah terkubur. Sebab, statuta tentang pembatasan sudah berakhir," jelas pengacara Inter, Fabio Iudica.
"Ini jelas tak memengaruhi karier pemain, juga tak ada kerusakan terhadap citranya. Maka, kami tenang saja dan akan melawan hukuman tersebut dengan banding," tambahnya.
Iudica juga menjelaskan kenapa Inter sampai harus menyewa agen untuk memata-matai Vieri di setiap gerakannya. "Detektif swasta kami sewa untuk mengetahui apakah Vieri bertingkah laku di luar aturan internal Inter," jelasnya. (FBI)
