
WEST BROMWICH, KOMPAS.com - Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, menilai anak-anak didiknya tampil bagus dan dengan begitu tak layak menderita kekalahan 0-3 dari West Bromwcich Albion (WBA), pada laga Premier League, di The Hawthorns, Sabtu (18/8/2012).
Gol tuan rumah dicetak Zoltan Gera (43), Peter Odemwingie (64, penalti), dan Romelu Lukaku (77). Hal itu tak lepas dari kartu merah yang diterima bek Liverpool, Daniel Agger, karena melanggar Shane Long di kotak penalti pada menit ke-58. Penalti itu dieksekusi sendiri oleh Long, tetapi bisa diantisipasi Pepe Reina.
Untuk penalti kedua WBA, wasit Phil Dowd memberikannya karena Martin Skrtel melanggar Long.
Menurut catatan Premier League, Liverpool melepaskan tujuh tembakan akurat dari 15 usaha, sepanjang laga tersebut. Adapun WBA menciptakan sebelas peluang emas dari 17 percobaan.
"Setelah beberapa menit pertama, kami mendapatkan kendali dan irama permainan. Sampai mereka mencetak gol pertama, tampaknya kamilah yang akan menang," ujar Rodgers.
"Saya tak punya ganjalan soal gol pertama. Itu adalah tembakan fantastis (dari Gera). Kami cukup baik mengantisipasi tendangan sudut (pertama), dengan membuang bola hingga ketinggian dan jarak yang bagus. Glen Johnson mungkin tak bisa berbuat lebih baik lagi ketika ia berusaha mendapatkan bola, tetapi itu adalah teknik yang bagus," ujar Rodgers.
"Kami sebenarnya mengendalikan sebagian besar pertandingan di babak pertama, tetapi kemudian kami tertinggal 0-1. Saya bukan orang yang akan bicara soal wasit, tetapi pada babak kedua, menurut saya, dua keputusan (penalti) itu dan kartu merah, sangat sangat keras. Jika Anda melihat tayangan ulangnya, Anda akan melihat keputusan-keputusan itu sangat sangat keras."
"Jelas, dengan 10 orang dan dalam keadaan tertinggal, situasinya menjadi sulit."
"Saat turun minum, saya mengatakan kepada pemain bahwa kami mengendalikan babak pertama dan kami harus tetap sabar, terus menggulirkan bola, dan biasanya, ketika itu terjadi, akan ada ruang dan kualitas kami akan membuat kami menyeimbangkan kedudukan."
"Seperti saya katakan, kami kemasukan gol penalti dan kartu merah itu betul-betul menghancurkan Anda. Terutama untuk tim baru, yang bersatu, dalam hal struktur dan ide."
"Namun, saya harus mengapresiasi para pemain. Mereka terus berjuang sampai akhir hari ini, sekalinya hari-hari seperti ini menyakitkan," tuturnya.