Rabu, 19 Juni 2013
Ribut dengan Kakak, Sinta Nenggak Racun Nyamuk
Kamis, 09 Agustus 2012 | 17:53 WIB
Dibaca:
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

MOROTAI, KOMPAS.com -- Sinta (15), gadis asal Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara nekat hendak bunuh diri dengan meminum cairan antinyamuk Baygon. Beruntung, nyawa Sinta masih diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.

Saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Morotai, Kamis sore ini (9/8/2012), kondisi Sinta masih sangat lemah. Dia enggan berbicara. Beberapa saat kemudian, Sinta akhirnya mengaku hendak bunuhi karena stres.

"Ada masalah sedikit dengan kakak," kata Sinta, selanjutnya memilih diam lagi.

Anto (36) dari pihak kelurga yang menemani Sinta juga tidak banyak memberikan keterangan. Dia hanya mengungkapkan Sinta nenggak baygon karena masalah kelurga.

Anto menceritakan, saat cekcok dengan sang kakak, Sinta langsung mengambil langkah dengan meminum cairan Baygon. Kedua orang Tuanya saat itu tidak berada di rumah. "Ayahnya ke Pulau Dodola, sedangkan ibunya lagi ke pasar, jadi tidak tahu," ungkap Anto.

Sejumlah sanak saudaranya tiba-tiba menemukan Sinta dalam keadaan teler karena meminum racun serangga itu. Sinta sempat tak sadarkan diri. Pihak keluarga langsung memboyongnya ke RSUD Morotai.

"Waktu datang ke sini korban dalam keadaan sadar, tapi kondisinya lemah karena muntah-mmuntah," kata dr Anet yang menangani Sinta. Untungnya, lanjut Anet, Sinta langsung ditolong sebelum reaksi racun serangga itu menjalar ke organ tubuh lainnya. Namun kondisi Sinta sekarang masih sangat lemah.

Anet menambahkan, sehari sebelumnya juga ada pasien yang melakukan percobaan bunuh diri. "Namanya saya lupa tapi wanita juga. Dia minum bensin, tapi kita bisa selamatkan dan kemarin juga korban sudah bisa dipulangkan ke rumah," kisah Anet.

Kasus percobaan bunuh diri sebelumnya ini juga karena masalah internal keluarga yang mengakibatkan korban mengalami depresi sehingga memilih mencoba membunuh dirinya.

Sementara itu, Dirut RSUD Morotai dr Julius Gischard Kroons mengatakan, dalam tahun ini sudah tiga kasus percobaan bunuh diri yang ditangani RSUD Morotai.

"Kalau ditambah kasus hari ini dan kemarin sudah tiga kasus. Kasus yang pertama itu korban mencoba membunuh diri dengan memotong urat nadinya," kata Julius.

Selain tiga kasus ini, ada juga dua kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan secara tidak sengaja.

Julius mengungkapkan, pernah ada dua anak kecil yang tidak sengaja meminum minyak tanah dari botol loga-loga. "Jadi kalau ditambah dua kasus anak kecil itu lagi berarti sudah lima kasus. Tapi dua kasusnya dilakukan secara tidak sengaja," lanjut Julius.

Dari lima kasus percobaan bunuh diri tersebut, baik secara sengaja maupun tidak sengaja berhasil diselamatkan saat ditangani tim medis di RSUD Morotai.

Editor : Farid Assifa