Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Tiga Resep Sukses Mourinho
Rabu, 01 Agustus 2012 | 12:55 WIB
Dibaca:
|
Share:
PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengarahkan permainan anak asuhnya saat melawan Benfica dalam Eusebio Cup di Stadion Luz, Lisbon, Jumat (27/7/2012).

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Apa resep sukses Jose Mourinho sebagai pelatih? Ia punya tiga kiat, namun semuanya tak berfungsi di rumahnya. Mengapa?

Mourinho disebut sebagai pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini. Reputasinya direkam dalam dentuman tiga kampiun liga di tiga negara ternama di Eropa. Belum lagi raihan dua trofi Liga Champions bersama dua tim berbeda.

Apa rahasianya?

"Bahkan saya bukan bos di rumah. Saya harus menuruti kemauan istri saya. Jadi, bagaimana saya dapat mengatur sebuah klub sepak bola?" ujar Mourinho, dalam sambutannya di University of California, Los Angeles (UCLA), Selasa (31/7/2012).

Pria Portugal itu berkeras tak ada misteri dalam caranya melatih sepak bola dan menjadikannya sebagai tim jawara.

"Ketika semuanya bergerak ke arah yang sama dan saya dapat melihat mereka melakukan semuanya. Saya gembira dan segalanya berjalan lebih mudah," tandas "The Special One".

Musim lalu, Mourinho membawah Real Madrid ke tangga terhormat Liga BBVA, setelah tiga musim gagal meraihnya. Dan, rekor tiga trofi kompetisi tertinggi Spanyol yang diraih Barcelona, tuntas di tangannya.

"Sulit menjelaskan resep kesuksesan kami. Banyak yang menanyakan hal itu kepada saya, terutama dari media," tegas Mourinho.

Namun, eks pembesut Chelsea dan Inter Milan itu sempat menyebut tiga kiat.

"Kualitas, kekompakan, gairah... Metode kerja bukan hanya tergantung pada satu atau dua alasan. Banyak faktor dan semuanya harus bekerja menyatu," cetus Mourinho.

Dengan resep itu pula, Mourinho langsung membawa trofi Copa del Rey pada musim pertamanya, 2010/11. Sebelumnya, ia membawa treble winners bagi Inter.

 

Sumber :
Marca
Editor : Daniel Sasongko