Rabu, 19 Juni 2013
Mana Kualitasmu, Roja?
Minggu, 29 Juli 2012 | 03:07 WIB
Dibaca:
|
Share:

london, sabtu - Skuad tim nasional Spanyol U-23 meninggalkan Glasgow menuju London dengan membawa kekecewaan setelah kalah 0-1 dari Jepang. ”La Furia Roja” yunior mencari pelipur di London dalam gebyar pesta pembukaan Olimpiade 2012. Spanyol berusaha bangkit dalam dua laga sisa.

Kekalahan tim polesan pelatih Luis Milla ini mengejutkan. Opini beredar di kalangan pencinta sepak bola di Negeri Matador itu. Kritik utama adalah Spanyol tidak memiliki organisasi yang rapi untuk melayangkan umpan terakhir ke gawang lawan. La Furia Roja dituntut lebih kreatif membongkar pertahanan lawan yang ketat dan disiplin.

Kapten Javi Martinez dan kawan-kawan harus menjawab kritik itu di Stadion St James Park, saat ditantang Honduras, Senin (30/7) dini hari WIB.

Gelandang Oriol Romeu yang memberikan suntikan agresivitas serangan di babak kedua melawan Jepang, optimistis Spanyol mampu bangkit dalam dua laga sisa Grup D. Mereka memiliki cukup waktu istirahat dan melupakan kekalahan dari Jepang untuk menundukkan Honduras.

”Ini istirahat yang bagus bagi kami dan kembali ke kondisi terbaik kami sehingga kami bisa mengalahkan Honduras. Kami percaya pada diri kami lebih dari siapa pun,” tutur Romeu.

Skuad Spanyol yunior ini mencoba membangun kepercayaan diri dengan berkaca pada tim senior. Spanyol meraih Piala Dunia 2010 berbekal kekalahan 0-1 dari Swiss. ”Saya berusaha positif di ruang ganti karena kami punya dua kesempatan lagi,” ujar pelatih tim Spanyol, Luis Milla.

Mantan gelandang Barcelona dan Real Madrid ini lebih memfokuskan pemulihan kepercayaan diri dan konsentrasi para pemainnya. Skuad muda Spanyol memiliki kemampuan individu yang fantastis, tetapi mental mereka perlu polesan. ”Aspek mental dan konsentrasi menjadi pekerjaan utama,” ujar Milla.

Suntikan mental menjadi krusial untuk mengimbangi efek psikologis statistik dan sejarah, tidak ada tim yang juara olimpiade setelah kalah di laga pembuka.

Brasil waspada

   Brasil yang berjuang meraih emas sepak bola olimpiade untuk pertama kali, belajar banyak dari kebangkitan Mesir yang mengejar ketertinggalan 3-0 jadi 3-2. Brasil yang tampil mengesankan di babak pertama dengan empat pemain serangnya, Neymar, Leandro Damiao, Hulk, dan Oscar, menunjukkan sisi lemah mereka di lini pertahanan, di babak ke-2.

Pelatih Brasil U-23 Mano Menezes menyadari hal ini dan berusaha membenahinya menjelang laga melawan peringkat dua Grup C Belarus, yang sama-sama mengantongi tiga poin.

Lini pertahanan Brasil dieksploitasi para pemain Mesir dan dua gol tercipta melalui kesalahan bek sayap Marcelo dan Juan Jesus. Posisi Marcelo selalu menjadi perdebatan karena pada bulan lalu kesalahannya berkontribusi dalam kekalahan Brasil 0-2 dari Meksiko dalam laga persahabatan. Di babak kedua, berbekal kemenangan 3-0, Brasil mengendurkan serangan. Ini tipikal negatif Brasil di saat unggul lebih dahulu. (Reuters/AP/ANG)