Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Olimpiade 2012
Brown Ingin Maksimal di Olimpiade Pertama dan Terakhirnya
Penulis: Tabita Diela | Rabu, 25 Juli 2012 | 17:16 WIB
Dibaca:
|
Share:
WOMENSOCCER
Rachel Brown

LONDON, KOMPAS.com - Olimpiade London 2012 sebenarnya sudah dimulai pada Rabu (25/7/2012) sore. Bukan dengan perayaan megah buatan Danny Boyle, namun dengan mulainya pertandingan Olimpiade.

Sebenarnya, perhelatan terakbar di dunia itu secara resmi baru dimulai ketika upacara pembukaan dilakukan pada Jumat (27/7) di Olympic Stadium di Kota London. Tetapi sekitar 241 km ke arah barat dari Olympic Stadium, pesta sudah dimulai dua hari lebih awal.

Enam grup sepakbola putri mulai berkompetisi di babak penyisihan. Menurut jadwal, mereka mulai bertanding Rabu malam ini di Cardiff, Coventry, dan Glasgow. Yang akan bertanding pertama kali adalah Tim Inggris Raya. Mereka akan memulai usaha meraih gelar di rumah sendiri saat melawan Selandia Baru di Stadion Millennium. Bagi sebagian besar anggota tim Inggris, ini akan menjadi kompetisi pertama mereka di dalam Olimpiade. Banyak dari antara mereka, tapi tidak semua.

Walaupun tim sepak bola putra telah bertanding membawa nama Inggris Raya di masa lalu, tim putri baru bergabung dalam Olimpiade pada Olimpiade Atlanta 1996. Dalam pertandingan Atlanta tersebut, seorang gadis yang berasal dari Burnley berusia 16 tahun bekerja sebagai pemungut bola. Dia adalah Rachel Brown yang baru saja menyelesaikan GCSE-nya.

"Benar-benar random," Brown mengingat-ingat. "Waktu itu ada seorang pelatih penjaga gawang bernama Mick Payne. Ia selalu membuat kamp sepak bola setiap musim panas di Alabama. Saya tinggal dengan seorang keluarga setempat. Satu dari anak laki-laki mereka adalah seorang ball boy di stadion. Merekalah yang mengatur agar saya dapat ikut terlibat."

Enam belas tahun kemudian, Brown, yang merupakan seorang penjaga gawang, kemudian bermain untuk Inggris Raya. Kemungkinan bermain di Olimpiade adalah sesuatu yang tidak pernah ia perkirakan.

"Olimpiade sangat terpisah dengan karier sepak bola saya saat itu," katanya. "Saya menyukai Olimpiade untuk pertandingan dan perlombaan atletik, renang, tapi bukan sepak bola. Di umur 16, saya tidak berpikir bahwa sepak bola adalah bagian dari Olimpiade. Menjadi partisipan dalam Olimpiade tampak tidak nyata sampai setahun yang lalu. Keren sekali, ini benar-benar menjadi kenyataan."

Olimpiade kali ini akan menjadi Olimpiade pertama dan terakhir bagi Brown. Di Olimpiade Rio 2016 mendatang, Brown akan berusia 36 tahun. Maka dari itu, ia berniat membuat Olimpiade kali ini jadi begitu berarti. Brown telah berhenti dari pekerjaannya sebagai guru olahraga di Merseyside untuk benar-benar fokus dalam Olimpiade.

"Anda tahu ada World Cup sebelumnya dan World Cup sesudahnya. Olimpiade adalah sesuatu yang mungkin kita tidak akan pernah mengalaminya lagi. Ini yang membuat Olimpiade berada di tataran yang berbeda. Saya tengah berada di gelombang kegembiraan."

Selandia Baru bukan lawan yang mudah. Mereka cukup tangguh dalam dua World Cup terakhir, dan beberapa pemain mereka bermain di Amerika Serikat, salah satu liga terkuat di dunia. Selain itu, citra "Kiwi" menaklukkan Stadion Millennium adalah salah satu yang akan menjadi gambaran yang familiar bagi setiap penggemar rugby Welsh.

Namun Tim Inggris Raya tidak akan kekurangan dukungan dari penonton lokal. Sudah sekitar 40.000 tiket terjual untuk pertandingan hari ini.

"Sulit bermain di depan kerumunan yang besar dan mencoba berteriak pada pertahanan Anda," kata Brown. "Temui kami sebelum pertandingan, karena saya tidak yakin kami akan memiliki suara di akhir turnamen." 

 

Sumber :
PC World, This is My Next, Telegraph
Editor : Aloysius Gonsaga