


DORMUND, KOMPAS.com - Prestasi double-winners musim lalu berimbas ke sisi finansial Borussia Dortmund. "Di Schrwarzgelben" menangguk ratusan miliar dari sejumlah sponsor yang mengerubunginya.
"Kondisi ekonomi kami mengesankan dan tim pun memiliki pemain muda yang berpengalaman. Dan, tentu saja, pelatih (Juergen Klopp) yang memiliki kharisma tersendiri," cetus petinggi Dortmund, Hans-Joachim Watzke, kepada Bild.
Sponsor utama, Evonik, membayar 10 juta euro (sekitar Rp 120 miliar) per musim. Belum lagi sponsor lainnya, seperti Puma yang menggelontorkan enam juta euro (sekitar Rp 72 miliar), Signal Iduna mengirimkan lima juta euro (sekitar Rp 60 miliar), Opel 2,5 juta euro (sekitar Rp 30 miliar) plus sejumlah partner lainnya. Total pemasukan Dortmund dari sponsor mencapai 60 juta euro (sekitar Rp 720 miliar).
Praktis, "Die Borussen" melipatgandakan pendapatannya dari sponsor dalam waktu kurang dari delapan tahun.
"Ketika saya memulai 7,5 tahun lalu, pemasukan Dortmund minimal 30 juta euro. Sekarang, kami menangguk hampir 60 juta euro. Dua tahun lalu, saya tak memperkirakan kami akan dapat mencapai angka itu. Dan, semuanya kami capai saat ini," sambung Watzke.
Namun, sang bos masih mengakui Bayern Muenchen masih di atas Dortmund untuki urusan pendapatan.
"Bayern masih berada di tempat teratas. Dibanding kami, mereka hidup nyaman ibarat di alam impian," komentar Watzke untuk pendapatan fantastis rival terberat di Bundesliga tersebut.
