
LONDON, KOMPAS.com - Roy Hodgson mengaku belum bisa menikmati posisinya sebagai pelatih timnas Inggris. Ia juga masih belajar dan membiasakan diri dengan tekanan yang diberikan publik.
Hodgson mendapat kritikan tajam, karena Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2012 lewat adu penalti saat lawan Italia di perempat final. Inggris dinilai tak menunjukkan permainan yang baik di ajang itu.
"Saya tak tahu seberapa besar saya menikmati pekerjaan ini. Ssaya menikmati pekerjaan menjadi manajer timnas Inggris dan saya menerima hal-hal yang berkaitan dengannya. Saya tak ingin mengejar sorotan kamera, tapi saya tahu mereka selalu mengikuti saya. Saya harus belajar hidup dengan hal ini," aku Hodgson kepada wartawan.
"Saya yakin akan terus disorot kamera, meski di saat yang seharusnya tak disorot," keluhnya.
Hodgson juga menyatakan, isu tentang klub dan timnas sejauh ini masih berimbang, "Kita tak bisa menghindari fakta bahwa kami sebagai tim nasional tak membayar para pemain. Mereka bermain untuk mengejar kehormatan mewakili negara. Uang dan kekayaan mereka datang dari klub."
"Tuan yang mana yang ingin Anda layani? Negara atau mereka yang membayar gaji Anda? Ini tak lagi menjadi masalah. Klub sudah sangat kooperatif dan tak ada masalah dengan pemain," jelasnya.
"Saya sudah pernah merasakannya saat menangani Swiss dan Finlandia. Situasinya, klub lebih menginginkan pemain bersama mereka karena akan ada pertandingan penting dan enggan melepaskan pemain ke timnas dengan risiko cedera. Sekarang lebih baik karena FIFA mengatur jadwal dengan baik dan pertandingan klub tak terlalu dekat dengan pertandingan internasional, paling sejarak 10 hari. Mereka melakukan apa pun untuk memastikan bahwa klub tak menderita karena meminjamkan pemainnya untuk timnas," lanjutnya. (GL)