Sabtu, 20 Desember 2014

Bola / Internasional

Demam "The Red Devils" di Afrika Selatan

Selasa, 17 Juli 2012 | 12:14 WIB

CAPE TOWN, KOMPAS.com — Demam Manchester United menjangkiti Afrika Selatan. Tiket dua laga dalam tur musim panas mereka ke negeri yang dikenal dengan politik anti-apartheid-nya itu ludes dalam waktu singkat meski banyak pemain bintang yang absen dalam tur ini.

Striker andalan "The Red Devils", Wayne Rooney, Phil Jones, dan Ashley Young, masih beristirahat setelah Piala Eropa 2012, serta Ryan Giggs, Tom Cleverley, dan David De Gea yang menjalani persiapan untuk Olimpiade London 2012.

Namun, hal ini tak berdampak pada penjualan tiket laga persahabatan melawan klub lokal, AmaZulu, di Stadion Moses Mabhida, Rabu (18/7/2012), dan juga melawan Ajax Cape Town di Stadion Cape Town, Sabtu mendatang. Bahkan, 11.000 tiket untuk menyaksikan sesi latihan tim pada hari ini sudah habis terjual.

Rio Ferdinand yang tiba di Durban, Senin (16/7/2012), meraih perhatian yang besar. Ferdinand pun bersemangat untuk melakoni laga persahabatan dalam tur ini.

"Kami tak ingin kalah dalam suatu pertandingan, sesederhana itu. Di United, kami ingin memenangi setiap laga," tuturnya seperti dilansir FIFA.com.

Selain Ferdinand, perhatian besar juga tertuju pada bintang yang baru didatangkan oleh MU pada bursa transfer musim panas ini, Shinji Kagawa, dari Jepang.

Menanggapi keriuhan ini, mantan kiper MU kelahiran Afrika Selatan, Gary Bailey, mengaku tak terkejut dengan animo masyarakat Afrika Selatan yang sangat besar terhadap kedatangan MU.

"Negara ini selalu sangat antusias ketika United datang dalam tur pramusim. Ada kebanggaan terhadap klub ini. Laga melawan AmaZulu digelar pada Hari Nelson Mandela, yang menjadi hari besar di kalender Afrika Selatan. Luar biasa jika United bisa bermain di hari spesial itu," tutur Bailey.

Setelah dari Afrika Selatan, MU akan melanjutkan tur pramusimnya ke China dan melakoni laga persahabatan dengan Shanghai Shenhua, hingga kemudian kembali ke Eropa dan melakoni laga persahabatan melawan Valerenga di Oslo, Norwegia; Barcelona di Gothenburg; dan Hanover 96 di Jerman.


Editor : Caroline Damanik