Kamis, 20 Juni 2013
Piala Asia U-22 2013
PSSI Salah Pahami Kebijakan AFC
Penulis: MH Samsul Hadi | Senin, 16 Juli 2012 | 19:31 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFC
Piala Asia AFC U-22 2013

JAKARTA, KOMPAS.com — PSSI diperkirakan salah dalam memahami kebijakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pencalonan tuan rumah putaran final Piala Asia U-22 2013. Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro mengungkapkan, Senin (16/7/2012) sore, PSSI tidak mencalonkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia U-22 karena menganggap bahwa untuk bisa mengikuti bidding (pencalonan diri untuk menjadi tuan rumah) ajang tersebut, sebuah negara harus lolos kualifikasi.

"Perkiraan kami untuk bisa mengikuti bidding, harus lolos dulu," kata Tri saat dihubungi, Senin sore.

Melalui situs resminya (www.the-afc.com), Senin siang, AFC menyebut dua negara calon tuan rumah Piala Asia U-22 2013, yakni Oman dan Thailand. Oman lolos ke putaran final setelah menempati peringkat ketiga terbaik dari tujuh grup babak kualifikasi. Namun, Thailand tidak lolos setelah pada babak kualifikasi menempati peringkat keempat klasemen Grup F, di bawah juara grup Korea Utara, runner-up China, dan peringkat ketiga Laos.

Meski tidak lolos, seperti dirilis situs resmi AFC, Thailand tercatat sebagai calon tuan rumah Piala Asia U-22 2013. Dalam hal ini, AFC tidak mensyaratkan harus lolos kualifikasi bagi negara yang ingin mengikuti bidding tuan rumah Piala Asia U-22 2013, seperti yang dipahami pengurus PSSI.

Tri mengaku, pihaknya akan mengecek informasi soal persyaratan bidding tuan rumah Piala Asia U-22 2013 ke AFC.

"Besok akan kami cek. Informasi yang kami dapat dari AFC besok akan kami sampaikan kepada pengurus PSSI lainnya untuk dibicarakan," lanjut Tri.

Terlepas dari informasi dari AFC besok, secara pribadi Tri menyatakan tidak sependapat jika PSSI harus mengajukan diri tuan rumah Piala Asia U-22 2013.

"Tidak perlu memaksakan diri. Kita sudah tidak lolos. Kalau nanti (terpilih menjadi tuan rumah, misalnya) dan kalah, bagaimana?" katanya. PSSI pun sudah tidak memiliki banyak waktu untuk membahas persoalan tersebut karena Komite Eksekutif AFC akan mengambil keputusan tuan rumah Piala Asia U-22 2013 itu, Kamis (19/7/2012) mendatang.

"Tuan rumah putaran final (yang diikuti total 16 tim pada putaran final), yang akan diputuskan dalam sidang Komite Eksekutif AFC pada 19 Juli, akan lolos otomatis ke turnamen yang mungkin bisa digelar pada 11-26 Januari 2014," tulis AFC dalam situs resminya, Senin siang.

Selain PSSI kemungkinan salah memahami kebijakan AFC, informasi dari PSSI seputar pencalonan tuan rumah Piala Asia U-22 2013 itu juga simpang siur.

Februari lalu, Wakil Sekjen PSSI Tondo Widodo mengungkapkan kepada Kompas, Indonesia telah secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah babak kualifikasi maupun putaran final ajang yang pertama kali akan digelar AFC itu.

Namun, saat dikonfirmasi soal itu, Senin sore tadi, Tri memastikan, PSSI hanya mengajukan diri sebagai tuan rumah babak kualifikasi. Indonesia menggelar babak kualifikasi Grup E, yang juga diikuti Jepang, Australia, Singapura, Timor Leste, dan Makau, di Pekanbaru, Riau, 5-15 Juli ini. Meski menjadi tuan rumah, Indonesia gagal lolos setelah menempati peringkat ketiga klasemen akhir grup dengan nilai sembilan, hasil dari tiga kali menang dan dua kali kalah, dengan catatan memasukkan gol dan kemasukan gol sama-sama tujuh). (SAM)

Editor : Daniel Sasongko