

KOMPAS.com — Tim nasional Indonesia telah tersingkir dari kualifikasi Grup E Piala Asia U-22. Rasa kecewa karena prestasi menjadi barang langka terus menghinggapi sepak bola Indonesia. Dalam turnamen itu, hanya satu yang dapat disyukuri, yaitu lahirnya talenta muda generasi penerus tinta emas Ibu Pertiwi yang kini mati suri.
Di empat laga yang dimainkan Indonesia, skuad "Garuda Muda" memang memiliki Andik Vermansyah, yang kualitasnya jauh di atas rata-rata para pemain muda U-22. Namun, jangan lupa, sepanjang turnamen ini, berdiri juga sosok pemuda yang begitu piawai memimpin lapangan tengah dengan ketenangan luar biasa. Pemain bertubuh mungil itu bernama Rasyid Assyahid Bakri.
Rasyid adalah salah satu pemain kunci di lapangan tengah Indonesia selama kualifikasi Piala Asia U-22. Determinasi tinggi dalam mencari, mengejar bola, dan menempatkan posisi adalah ciri khas gelandang bertinggi 164 cm tersebut. Tak ayal, pemain asal PSM Makassar itu pun selalu menjadi pilihan utama pelatih Aji Santoso sepanjang turnamen berlangsung.
Memang, belum ada gol tercipta dari kaki Rasyid selama babak kualifikasi ini. Namun, melihat semangat tak kenal lelah dalam mengoper bola, menjaga pertahanan, dan ikut membantu serangan rasanya pantas pujian disematkan pada "Xavi Hernandez"-nya indonesia itu. Hanya satu yang ia pikirkan ketika di lapangan, yaitu menjalankan instruksi pelatih dengan sebaik-baiknya.
"Pelatih memang menginstruksikan seperti itu, mencari ruang kosong, main tenang, dan selalu bergerak setelah mengoper bola. Aku memang mengidolakan Xavi, tetapi aku rasa masih jauhlah dan tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan dia," ujar Rasyid.
Syamsul Chaeruddin
Lahir di Makassar, 17 Juni 1991, dari pasangan Bakri Jalil dan Supiani, sepak bola begitu lekat dengan kehidupan Rasyid sejak kecil. Apalagi, di tempat tinggalnya yang terletak di Kabupaten Goa itu, sepak bola memang menjadi salah satu hobi yang paling digandrungi oleh masyarakat setempat.
"Aku mulai serius tertarik belajar sepak bola ketika kelas IV SD. Waktu kecil aku latihan sendiri di rumah sambil beberapa kali ikut liga tarkam. Tetapi, setelah sempat mencetak gol di tarkam dengan bertelanjang kaki, aku minta kepada orang tua dimasukkan ke sekolah sepak bola (SSB) di Makassar," kenang Rasyid.
Perkembangan Rasyid selama di Makassar Football School (MFS) ternyata dipantau oleh PSM Makassar Junior U-15. Pada 2010, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk melanjutkan perjalanannya bersama klub tersebut. Setelah itu, kariernya berlanjut ke PSM U-18, sebelum akhirnya mendapat tempat utama di PSM senior pada 2012.
Rasyid mengaku, tampil sebagai pemain senior PSM merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Apalagi, ia sangat mengidolakan salah satu bintang PSM yang juga pemain timnas, Syamsul Chaeruddin. Kini, ia mengaku bangga dapat bermain bersama pemain idolanya itu di tim berjuluk "Juku Eja" tersebut.
"Kak Syamsul orangnya baik. Kami masih satu kampung dan masih mempunyai hubungan saudara. Ia juga sering memberiku uang, bahkan sepatu yang aku pakai melawan Makau itu pemberian Kak Syamsul, ketika dia masih bermain di Persija Jakarta. Permainan Kak Syamsul sangat menginspirasiku hingga seperti sekarang ini," ungkapnya.
Semangat
Rasyid mengaku, dirinya akan terus memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia. Meski kecewa karena kegagalan tim "Merah Putih" di kualifikasi Piala Asia U-22, pemain yang masih berkuliah di STIE Amkop ini tetap bersemangat untuk berjuang mendapatkan hasil maksimal di lapangan.
Matchday kelima kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 melawan Singapura, Minggu (15/7/2012), adalah ajang pembuktian terakhir Rasyid di turnamen tersebut. Tiga poin harus menjadi milik Indonesia. Maklum saja, sebagai pesepak bola belia, kemenangan sangat berarti untuk membangkitkan motivasinya meraih prestasi di masa depan.
"Kami meminta maaf untuk seluruh masyarakat Indonesia karena kalah dalam laga melawan Jepang. Tetapi, kami siap melawan Singapura, dan akan melupakan hasil itu sambil terus bekerja keras. Mohon doa masyarakat Indonesia agar kami bisa menang di pertandingan terakhir itu," harap Rasyid.
Biodata singkat Rasyid:
Nama Lengkap: Rasyid Asshayid Bakri
Tempat, tanggal lahir: Makassar, 17 Januari 1991
Tinggi: 164 cm
Posisi: gelandang tengah
Karier: PSM Makassar U-15 (2010-2011), Makassar Utama U-18 (2011), PSM Makassar (2011-sekarang)
