Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
AFC Hadiri Pertemuan Pertama JC PSSI dan KPSI/ISL
Kamis, 12 Juli 2012 | 13:45 WIB
Dibaca:
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Komite Bersama atau Joint Committee (JC) PSSI dan KPSI dihadiri perwakilan tim investigasi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Menurut salah satu anggota JC, Djoko Driyono, Ketua Komite Asosiasi dan Hubungan Internasional AFC James Johnson sebagai perwakilan tim investigasi AFC hadir dalam rapat itu.

"Beliau sudah datang pada Rabu malam," Djoko yang dilansir Antara, Kamis (12/7/2012).

Djoko mengatakan, pertemuan tersebut semula akan digelar di Hotel Grand Melia, tetapi kemudian dipindahkan ke Hotel Le Meridien dan berlangsung pada Kamis ini dimulai pukul 10.00 WIB.

Djoko belum bisa merinci agenda pertemuan itu, tetapi tentunya untuk mengatasi kekisruhan organisasi PSSI berikut dualisme kompetisi yang terjadi sejak era kepemimpinan Djohar Arifin.

"Itu pertemuan pertama kami sebagai JC dan mungkin sebagai ajang perkenalan sebelum menjalankan program dan tugas-tugas ke depannya," jelas Joko Driyono.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, tim Task Force FIFA/AFC telah memerintahkan pihak-pihak yang bertikai untuk membentuk tim JC dan kemudian dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding) di Kuala Lumpur pada 7 Juni lalu.

MoU ditandatangani tiga pihak: Djohar Arifin selaku Ketua Umum PSSI, Joko Driyono selaku CEO PT Liga Indonesia yang mengelola kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan La Nyalla Mattalitti dari KPSI.

Dari KPSI/ISL pimpinan La Nyalla, empat orang anggota JC adalah Djoko Driyono, Hinca Pandjaitan, Djamal Aziz, dan Togar Manahan Nero. Sedangkan dari kubu Djohar Arifin adalah Tri Goestoro, Catur Agus Saptono, Widjajanto, dan Todung Mulya Lubis.

Semula empat tim JC dari PSSI adalah Catur Agus Saptono, Widjajanto, Todung Mulya Lubis, dan Saleh Mukadar. Namun, belakangan Tri Goestoro disebut-sebut sebagai anggota JC (pengganti Saleh Mukadar) meski pergantian itu tidak diumumkan secara resmi oleh pihak Djohar Arifin.

Sumber :
ANT
Editor : Daniel Sasongko