Kamis, 20 Juni 2013
Piala Eropa Mengangkat Arbeloa
Penulis: Rakaryan Sukarjaputra | Kamis, 12 Juli 2012 | 08:16 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/FILIPPO MONTEFORTE
Bek Real Madrid dan timnas Spanyol, Alvaro Arbeloa.

MADRID, KOMPAS.com - Karier sepak bola Alvaro Arbeloa terbilang tidak sangat cemerlang, meski dia saat ini bermain untuk sebuah klub besar, Real Madrid. Sebagai pemain yang biasa ditempatkan di jajaran pertahanan, posisi Arbeloa pun belum mantap di satu tempat.

Ketika bergabung di Liverpool, 2007-2009, Arbeloa dipasang Pelatih Rafael Benitez sebagai bek kiri. Akan tetapi, permainannya yang dinilai mengecewakan sempat membuatnya terlibat keributan di lapangan dengan rekan setimnya, Jamie Carragher, pada 18 Mei 2009. Carragher menganggap Arbeloa tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mengancam rekor tak terkalahkan Liverpool.

Pada Juli 2009, Arbeloa pun pindah ke klubnya semasa remaja, Real Madrid, dan menandatangani kontrak lima tahun.

Perginya bek Michel Salgado dan Miguel Torres memberikan tempat kepada Arbeloa untuk memperkuat pertahanan Real. Akan tetapi, posisinya sebagai bek belumlah mantap. Manajer/ Pelatih Real, Jose Mourinho, kerap memasangnya sebagai bek kiri atau bek kanan. Cederanya bek tengah Ricardo Carvalho, memaksa Mourinho menarik spesial bek kanan Sergio Ramos di posisi tengah. Sejak itu, Arbeloa sering diposisikan sebagai bek kanan. Namun, Mourinho masih kerap ragu, apakah Arbeloa pas untuk diandalkan di bek kanan.

Kini, pertanyaan itu agaknya sudah terjawab. Arbeloa telah menunjukkan kelasnya yang tinggi sebagai bek kanan.

Pelatih tim nasional Spanyol Vicente Del Bosque yang dipusingkan dengan absennya Carles Puyol akhirnya menggeser spesialis bek kanan Sergio Ramos lebih ke tengah berpasangan dengan Gerard Pique. Kekosongan di bek kanan pun kemudian dipercayakan kepada Arbeloa.

Meski pada awalnya sempat beberapa kali kecolongan, Arbeloa perlahan semakin bisa menunjukkan kepiawaiannya di posisi bek kanan itu. Dia mampu memandulkan sayap agresif Perancis Frank Ribery, penyerang Perancis Karim Benzema, dan juga gelandang Perancis lainnya, Samir Nasri.

Dia juga dengan dingin mengawal rekan satu timnya di Real, Cristano Ronaldo, juga barisan penyerang Portugal lainnya pada partai semifinal.

Bangku Cadangan
Arbeloa memang tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan Del Bosque, setelah pada Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 dia lebih sering menempati bangku pemain cadangan.

Pemain kelahiran Salamanca, Spanyol, 17 Januari 1983, itu pun menjalankan tugas sebaik-baiknya sehingga Del Bosque terus memasangnya sebagai bek kanan sepanjang Piala Eropa 2012.

Pelatih sekaligus manajer Real Madrid, Jose Mourinho, memang telah menegaskan tekadnya untuk bisa memenangi Piala Champions bersama Real pada musim 2012-2013.

Untuk mewujudkannya, Mourinho sangat memahami kebutuhan untuk memiliki bek-bek yang andal. Di tengah, dia bisa mengandalkan Sergio Ramos. Akan tetapi di kedua sayap, kiri dan kanan, Mourinho masih diliputi kegamangan.

Marcelo sering kali melupakan tugas utamanya sebagai bek kiri, sedangkan Arbeloa juga masih meragukan pada awal musim lalu, tetapi sekarang sudah lebih percaya diri. Meski demikian, kesalahan fatal yang dibuat Arbeloa pada musim lalu, kembali membuat Mourinho ragu atas kemampuan bek kanannya itu.

Wajarlah bila belakangan muncul laporan mengenai usulan Ronaldo kepada pelatihnya untuk mendatangkan mantan rekannya di Manchester United, Patrice Evra, ke Santiago Bernabeu. Kemampuan Evra sebagai bek kiri sudah tidak diragukan dan dia juga memiliki kemampuan mendukung serangan.

Sementara untuk posisi bek kanan, Mourinho agaknya tidak perlu ragu untuk memercayakan kepada Arbeloa. Pemain dengan tinggi 1,83 meter itu telah belajar banyak selama Piala Eropa 2012. Jika diibaratkan kuliah, dia lulus dengan sangat memuaskan sehingga Spanyol menjadi Juara Eropa 2012. (AFP)

 

Sumber :
Kompas Cetak
Editor : Hery Prasetyo