Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Liga Super Indonesia
Persela Kalahkan Arema 3-1
Penulis: Adi Sucipto | Rabu, 11 Juli 2012 | 19:32 WIB
Dibaca:
|
Share:

LAMONGAN, KOMPAS.com- Persela Lamongan mengalahkan Arema 3-1 dalam laga pamungkas Liga Super Indonesia, di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (11/7/2012). Gol tim berjuluk Laskar Joko Tingkir diciptakan Gustavo Lopez menit ke-4, Faturrahman menit 48, dan Mario Costas menit 59. Arema mencetak gol lewat Seme Piere Patrick menit 33.

Dengan hasil itu, Persela di peringkat 4 papan atas, dengan nilai 56 dari 34 kali laga, 15 kali menang, 11 kali seri, dan 8 kali kalah. Persela melesakkan 58 gol dan kebobolan 42 gol. Sementara Arema berada di peringkat 12 papan tengah dengan mengoleksi nilai 38 dari 10 kali menang, 8 kali seri dan 16 kali kalah. Arema mencetak 45 gol dan kebobolan 51 gol.

Pelatih Persela, Miroslave Janu menyatakan, semua tahu kondisi Persela sedang sulit (gaji pemain tiga bulan belum terbayar), bahkan pemain sempat mogok latihan. Tetapi dengan bicara dari hati ke hati mereka mau main demi penonton yang memenuhi stadion.

Mental pemain Persela sangat bagus saat bertanding, babak kedua ada beberapa pemain yang kram tetapi bisa mencetak gol. "Selamat untuk Arema, saya pernah di sana (melatih). Tidak bagus jika Arema sampai degradasi," kata Janu.

Janu menambahkan, Persela masuk empat besar, di atas banyak tim lain dengan pemain-pemain mahal. Ia menyatakan salut kepada pemain meskipun ada masalah finansial. "Ini fantastis," ucap Janu.

Pelatih Arema, Suharno, menuturkan, tiga gol Persela terjadi karena kelemahan pemain belakang dan kepintaran Persela. Absennya Munhar Alfarizi tidak berpengaruh.

Sebenarnya Arema berharap bisa memetik poin, tetapi Persela memang pantas menang karena tampil bagus. "Mungkin merasa sudah aman, anak-anak lengah," katanya.

Menurut dia, tugasnya di Arema cukup berat karena harus mengangkat Arema agar tidak masuk zona degradasi. Tugas itu sudah tercapai meskipun Arema merangkak dari papan bawah akhirnya selamat dari zona degradasi. "Tugas saya selesai, mohon maaf kepada Aremania, sukses ini bukan karena pelatih, tetapi karena kerja keras tim secara keseluruhan," tuturnya.

Editor : Marcus Suprihadi