Kamis, 20 Juni 2013
Di Ruang Ganti, Pemain Jerman Menangis
Penulis: Ary Wibowo | Jumat, 29 Juni 2012 | 10:12 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP PHOTO/ PATRIK STOLLARZ
Penyerang tim nasional Jerman, Thomas Mueller (kanan) berbicara dengan manajer timnas Oliver Bierhoff usai tim kalah dari Italia dalam laga semifinal Piala Eropa 2012, Kamis (28/6/2012), di Stadion Nasional di Warsawa. Italia menang 2-1.

WARSAWA, KOMPAS.com - Pelatih Jerman, Joachim Loew, mengaku kecewa dengan kegagalan anak asuhnya lolos ke babak final Piala Eropa setelah diempaskan Italia 1-2 di laga semifinal, Kamis atau Jumat (29/6/2012). Dia mengaku bahwa dirinya dan para penggawa "Der Panzer" tak kuasa menahan air mata di kamar ganti usai laga tersebut.

"Di ruang ganti, air mata mengalir. Semua hening, tidak ada yang berkata apa-apa, karena kami sangat kecewa. Tetapi, seharusnya memang kami tidak harus mempertanyakan apa kesalahan kami, karena tim telah bermain baik dalam turnamen ini," ujar Loew.

Namun, Loew mencatat, salah satu kelemahan yang membuat timnya gagal karena barisan belakang yang dikomandoi Philipp Lahm tampil tidak tenang. Menurutnya, dua gol Italia yang dicetak Mario Balotelli di babak pertama terjadi karena kesalahan di lini pertahanan.

"Tetapi, tim mampu bangkit di babak kedua. Namun, Italia telah unggul 2-0, jadi sangat sulit untuk membalikkan keadaan dalam laga tadi," kata Loew.

Kegagalan Jerman memang menyakitkan. Maklum saja, selain disebut-sebut sebagai tim favorit juara, Jerman juga mampu mencapai semifinal dengan rekor sempurna. Apalagi, dengan kekalahan ini, Jerman belum mampu memecahkan catatan tidak pernah menang dari "Gli Azzurri". Kini, mereka mencatatkan rekor taka pernah menang dalam delapan laga pertemuan di turnamen resmi.

Editor : Caroline Damanik