


KRAKOW, KOMPAS.com - Andrea Pirlo, gelandang berusia 33 tahun, adalah motor Italia hingga lolos ke semifinal Piala Eropa 2012. Dalam jumpa pers menjelang semifinal melawan Jerman di pusat media Italia, Casa Azzurri, di Krakow, Polandia, Selasa (26/6), Pirlo menjelaskan kenangannya atas kemenangan Italia terhadap Jerman 2-0 di Piala Dunia 2006 dan persiapan menuju babak empat besar.
Tanya (T): Seberapa besar perbedaan yang Anda lihat pada tim Jerman kali ini dibandingkan dengan di Piala Dunia 2006?
Jawab (J): Saya melihat semua laga Jerman di Piala Eropa ini. Kurang lebih, mereka tampil dengan sistem permainan yang sama. Hanya berubah pada beberapa pemain, tetapi karakter dan determinasi mereka sama.
T: Siapa pemain Jerman yang menjadi ancaman terbesar bagi Italia?
J: Banyak pemain top di tim Jerman. Namun, saya pikir, Mesut Oezil bakal memainkan peran krusial bagi Jerman.
T: Anda banyak menguasai bola saat mengalahkan Inggris. Apakah bakal berbeda saat melawan Jerman?
J: Pendekatan kami selalu sama karena itu mentalitas kami. Dengan cara seperti itu, kami bermain bola. Jadi, kami harus memanfaatkan kualitas kami, kemampuan teknik. Tidak seperti Inggris, Jerman akan banyak menyerang pertahanan kami. Namun, jika kami datang ke sini untuk menjuarai Piala Eropa, kami harus memenangi laga.
T: Pelatih Jerman Joachim Loew bilang, Italia sangat kuat dalam pertahanan dan menyerang. Apa komentar Anda?
J: Saya pikir, Italia kuat di mana-mana. Jerman juga kuat. Jadi, saya pikir, laga bakal berlangsung menarik.
T: Anda berpikir bakal menjadi Pemain Terbaik Dunia?
J: Hampir tidak mungkin saya menjadi pemain terbaik dunia. Sebab, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mencetak 60-70 gol per tahun.
T: Apakah Jerman akan balas dendam setelah kekalahan di Piala Dunia 2006?
J: Dalam sepak bola, kita tidak perlu berbicara soal balas dendam. Jika laga berlangsung ketat, peran kiper Gianluigi Buffon sangat penting. Dialah yang biasa memotivasi pemain muda dan memberi kami ketenangan.
T: Setelah mencetak gol adu penalti melawan Inggris, Anda tidak terlihat girang. Mengapa?
J: Saya tidak merayakan tendangan penalti karena tidak ada yang harus dirayakan. Kami masih menunggu tendangan penalti berikutnya. Itu bukan akhir dari adu penalti.
T: Kapan Anda memutuskan untuk mengecoh kiper Joe Hart dalam penalti lawan Inggris?
J: Saya putuskan persis sebelum mengambil penalti dan saya pikir Inggris bermain dengan berhati-hati. Mereka tampil bertahan sepanjang laga, seperti penampilan Chelsea di Liga Champions. Saya pikir, mereka bisa bertahan hingga adu penalti itu sudah hasil yang bagus buat mereka.
T: Apakah Anda berpikir saat menendang penalti dengan cara seperti itu saat melawan Inggris?
J: Tidak. Saya tidak berpikir. Itu sesuatu yang spontan.
T: Anda mendapat pujian dari banyak media internasional dan juga dari gelandang-gelandang Spanyol, seperti Xabi Alonso dan Cesc Fabregas? Pujian terbaik mana yang Anda terima?
J: Saya merasa tersanjung mendapat ucapan selamat dari kolega. (Mh Samsul Hadi dari Krakow, Polandia)
