Rabu, 19 Juni 2013
Ini Bukan Oezil Versus Italia
Penulis: MH Samsul Hadi | Kamis, 28 Juni 2012 | 15:44 WIB
Dibaca:
|
Share:
PATRIK STOLLARZ / AFP
Gelandang serang Real Madrid dan Jerman, Mesut Oezil.

GDANSK, KOMPAS.com - Gelandang Jerman, Mesut Oezil, sempat dikritik pelatihnya, Joachim Loew, sebelum akhirnya tampil menggebrak saat Jerman melibas Yunani 4-2 pada perempat final Piala Eropa 2012.

Pada laga semifinal melawan Italia di Warsawa, Polandia, Kamis (28/6), gelandang keturunan Turki itu akan kembali jadi andalan Jerman. Berikut tanya jawab Oezil dengan wartawan dalam jumpa pers yang dihadiri Kompas di media center Jerman, Gdansk, Polandia, Senin lalu.

T: Ada 10 pemain Real Madrid di semifinal. Anda bangga menjadi bagian dari mereka?

J: Tentu saja dan kami saling berkirim pesan. Saya kira, kami punya alasan untuk berbangga.

T: Apakah masih perlu ada peningkatan dalam permainan Jerman?

J: Dalam laga melawan Yunani, kami memperlihatkan sisi permainan yang sebenarnya melalui sepak bola menyerang. Kami tim terbaik dalam menyerang. Kami mencetak empat gol dalam satu laga. Tapi target kami adalah memborong trofi ke Jerman.

T: Bagaimana Mario Balotelli? Apakah Anda melihat sisi kuat dan lemah Italia?


J: Ada beberapa komentar negatif tentang Balotelli. Tetapi dia telah membuktikan, dia harus diawasi dengan hati-hati, sangat kuat fisiknya, menawan dalam penyelesaian akhir. Namun, kami tidak hanya berkonsentrasi pada individu, tetapi melawan semua anggota tim. Italia sangat kuat, terorganisasi rapi. Jika kami bisa menampilkan potensi kami sesungguhnya, kami bisa menang.

T: Apa perbedaan tim Jerman kali ini dengan tim Jerman di Piala Dunia 2010?

J: Kami telah matang sebagai pemain dan sebagai manusia biasa. Kami berisi pemain-pemain muda yang lapar dengan gelar. Saya pikir, konsistensilah yang membedakan tim sekarang ini dengan dua tahun lalu.

T: Apakah Jerman sekarang lebih baik dari dua tahun lalu?

J: Ya. Kami mengalami peningkatan. Kami sangat bagus dalam menyerang. Kami lolos ke semifinal seperti dua tahun lalu.

T: Apakah menguntungkan mendapat dua hari lebih banyak istirahat daripada Italia?

J: Saya pikir, Italia juga mendapat waktu istirahat cukup. Memang hal yang bagus bagi kami bisa mendapat waktu istirahat lebih lama.

T: Italia-nya Oezil adalah Pirlo. Sepakat? Seberapa jauh Anda bisa tampil lepas melawan Italia?

J: Pirlo jelas pemain kelas dunia untuk jangka waktu lama. Dia tahu apa yang dia lakukan. Tidak diragukan lagi, dia salah satu gelandang terbaik di dunia. Tetapi, ini bukan Oezil melawan Italia, tetapi Jerman lawan Italia. Semua pihak bekerja keras dan sebagai Jerman telah memperlihatkan kekuatan diri. Italia bakal kesulitan menundukkan kami.

T: Banyak yang berpendapat, Spanyol versus Jerman adalah final impian. Menurut Anda?

J: Hal yang salah menyebut Jerman versus Spanyol final impian. Ada empat tim di semifinal. Italia adalah fokus kami, dan kami hanya berkonsentrasi untuk melawan Italia. Setelah itu, kita lihat saja nanti. (Mh Samsul Hadi dari Gdansk, Polandia)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor : Caroline Damanik