


KIEV, KOMPAS.com - Riccardo Montolivo merupakan satu-satunya pemain timnas Italia yang gagal mencetak gol dalam drama adu penalti saat melawan Inggris di perempat final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympic, Kiev, Minggu (24/6/2012). Dia pun mengungkapkan alasan kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Joe Hart.
"Saya tidak pernah bermain 90 menit untuk waktu yang lama, apalagi 120 (menit), dan itu seperti terlalu banyak untuk kaki saya," ungkapnya seperti dilansir Football Italia.
Mengerikan, demikianlah ungkapan mengenai perasaannya ketika gagal mengeksekusi penalti. Sebagai orang kedua yang diminta mengeksekusi penalti, gelandang AC Milan itu merasa bahwa kegagalannya ini bisa berdampak buruk pada hasil Italia.
"Itu mengerikan. Dunia seperti runtuh ke bahu Anda. Siapapun dapat gagal dalam penalti, namun pada suatu waktu, hal itu memang demikian berat," ungkapnya.
Namun, dia akhirnya merasa lega ketika Italia akhirnya berhasil menyingkirkan Inggris karena dua pemain timnas Inggris juga gagal mengonversi tendangan menjadi gol. Tendangan Ashley Young mengenai mistar gawang sementara tendangan Ashley Cole bisa diantisipasi oleh kiper timnas Gianluigi "Gigi" Buffon.
"Untungnya kami memiliki Gigi dan mistar gawang, sehingga dapat berakhir dengan baik. Ketika saya melihat tendangan (Young) itu membentur mistar, saya merasa lebih baik, meskipun rekan tim saya telah menyemangati saya ketika kembali ke tengah. Kami masih memiliki kepercayaan, karena bermain dengan hebat dan tak layak untuk keluar," tuturnya.
"Piala Dunia 2010 merupakan masa buruk dan kami mencoba untuk melupakannya. Namun tim nasional Italia harus membuat bangsa kami bangga," tambahnya lagi.
Montolivo pun mengaku sangat bersemangat untuk berhadapan dengan Jerman di semifinal, Kamis (28/6/2012). Bukan sekadar ingin mengalahkan tim asuhan Joachim Loew itu.
Ssst, ternyata ibu Montolivo adalah seorang perempuan Jerman dan pemain berusia 27 tahun ini ternyata lancar berbahasa Jerman.
