Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Del Bosque: Portugal Lebih Bugar dari Spanyol
Senin, 25 Juni 2012 | 01:49 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP
Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque.

GDANSK, KOMPAS.com - Portugal lebih dulu meraih tiket dan dengan begitu punya waktu menyiapkan diri lebih baik dalam hal kebugaran dibanding lawan mereka, Spanyol. Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque, mengaku akan berusaha mencari solusi masalah tersebut.

Portugal melaju ke semifinal berkat kemenangan 1-0 atas Ceko, 21 Juni lalu. Spanyol menyusul setelah menundukkan Perancis 2-0, 23 Juni silam. Keduanya akan melakoni duel empat besar di Donbass Arena, 27 Juni mendatang.

"Kami punya waktu dua hari lebih sedikit untuk beristirahat dibanding mereka. Ini kendala kecil. Saya berpikir soal masalah ini. Kami sangat kelelahan karena panas yang kami alami (pada laga melawan Perancis) berdampak buruk pada para pemain," ujar Del Bosque.

Kemenangan Spanyol atas Perancis ditentukan oleh gol Xabi Alonso pada menit ke-19 dan ke-90+1 (penalti). Menurut catatan UEFA, selama laga itu, Spanyol menguasai bola sebanyak 55 persen dan melepaskan lima tembakan akurat dari sembilan usaha. Adapun Perancis menciptakan satu peluang emas dari empat percobaan.

"Sejujurnya, kami bermain dengan baik dan mengendalikan permainan dengan baik. Kiper Iker Casillas jarang bekerja dan itu dengan sendirinya mengatakan betapa bagusnya pertahanan kami. Jika para bek kami bagus, kami akan semakin dekat dengan gelar juara karena kami selalu menciptakan peluang," ulas Del Bosque.

Alonso bermain di Real Madrid bersama dengan gelandang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang sudah mengemas tiga gol dari empat penampilan di Piala Eropa 2012 ini dan hingga Minggu (24/6/2012) menduduki puncak daftar Castrol Edge Index, dengan nilai 9,68.

"Pada tahap turnamen seperti sekarang, pertandingan sulit dan kami sangat mengenal Cristiano. Kami harus berkonsentrasi pada diri kami sendiri dan berusaha bermain seperti (saat melawan Perancis) atau lebih baik lagi," tukas Alonso.

Sumber :
BBC
Editor : Tjatur Wiharyo