Rabu, 19 Juni 2013
Jelang Laga Inggris Vs Italia
Kebiasaan Penalti Lima Algojo "Gli Azzurri"
Senin, 25 Juni 2012 | 00:39 WIB
Dibaca:
|
Share:
GIUSEPPE CACACE / AFP
MARIO BALOTELLI (Italia): arah tembakan penaltinya susah ditebak.

KYIV, KOMPAS.com - Lima eksekutor di bawah ini diprediksi menjadi andalan Cesar Prandelli saat nanti terjadi adu penalti saat melawan Inggris, Minggu atau Senin (25/6/2012). Apa saja kebiasaannya?

1. Antonio Di Natale
Eksekutor penalti paling berpengalaman yang dimiliki Italia. Di Natale pernah gagal saat penalti menentukan melawan Spanyol di Euro 2008. Ketika itu, ia memilih pojok kanan bawah (kiri kiper), titik yang jarang disasarnya kala dipercaya menjadi algojo penalti. Bomber Udinese diperkirakan akan menyepak ke sisi sebaliknya yang juga spot favoritnya: pojok kiri bawah alias kanan kiper. Itu adalah upayanya membayar kesalahannya empat tahun lalu.

2. Daniele De Rossi
Ia tak pernah mengambil penalti sejak Agustus 2008. Kebiasaan yang juga titik kesuksesan tendangan penaltinya adalah pojok kiri atas. Bagi kiper, ada kesempatan tendangan De Rossi akan melambung menjauhi jala. Keluar.

3. Antonio Cassano
Kebiasaannya sebagai algojo penalti sangat jarang dilakukan pemain lain. Cassano tak memikirkan pergerakan kiper untuk memutuskan arah tembakannya. Bomber AC Milan itu hanya punya dua sasaran: pojok atas kanan atau kiri. Ada baiknya mempertimbangkan keberhasilan Fernando Muslera. Kiper Lazio itu pernah menggagalkan tembakan penalti Cassano yang mengarah ke sebelah kanan gawangnya.

4. Andrea Pirlo
Akurasi sepakan kaki kirinya tak perlu diragukan. Pirlo kerap mengincar kiri bawah atau kanan kiper. Lupakan saja untuk mengamankan penaltinya jika Pirlo mengeksekusinya seperti ini.

5. Mario Balotelli
Kendati acap bermasalah, Balotelli adalah penembak penalti yang sukses. Sembilan gol penalti pertandingan resmi sudah dilesakkannya. Ia sangat serius saat ditunjuk menjadi algojo penalti. Balotelli akan memutuskan arah bola setelah melihat pergerakan terakhir kiper. Jadi, cobalah menaklukannya dengan melakukan tipuan menubruk bola. Pada saat yang tepat, terbanglah ke arah sebaliknya.

 

Sumber :
Infostrada
Editor : Daniel Sasongko