Minggu, 20 April 2014
Messi Sudah Tahu Kapan Harus Pensiun
Sabtu, 23 Juni 2012 | 19:20 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/LUIS ACOSTA
Bintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi.

BOGOTA, KOMPAS.com - Bintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi, sudah tahu kapan harus pensiun dari sepak bola. Menurutnya, ini akan terjadi jika dia sudah tak menemukan kenikmatan bermain.

"Menjadi pria! Itu yang ingin aku lakukan. Sepak bola adalah permainan. Aku mencoba menikmatinya di lapangan, selalu mencoba bermain sebaik mungkin. Itu sebabnya aku melakukannya. Ketika aku sudah tak menemukan kenikmatan lagi, itulah hari di mana aku akan memutuskan pensiun," kata Messi kepada The Times, Sabtu (23/6/2012).

Messi kini baru berumur 24 tahun. Ia mencetak 73 gol dari 60 pertandingan bersama Barcelona di musim lalu. Pencapaian itu menjadi rekor baru, melebihi rekor sebelumnya yang dicetak striker Bayern Muenchen, Gerd Mueller. Ia membukukan 67 gol pada musim 1972-73.

"Aku tak pernah ingin kehilangan kenikmatan dan semangat bermain bola. Saat ini, tim-tim sepak bola bermain berdasarkan statistik, lebih untuk mencapai hasil akhir daripada mengembangkan sepak bola indah. Bagi mereka, yang terpenting meraih kemenangan daripada bermain bagus. Kita membutuhkan lebih banyak pemain yang memiliki hasrat untuk bermain sepak bola bagus," tegas Messi.

Meski membuat rekor gol di musim lalu, namun Messi kurang bahagia. Sebab, Barcelona gagal meraih gelar di Liga BBVA dan Liga Champions. Kekalahan Barcelona dari Chelsea di semifinal termasuk yang menyakitinya.

"Aku merasa sangat sedih. Aku marah kepada diriku sendiri, karena aku tahu bahwa pada saat itu kontribusiku sangat dibutuhkan. Tapi, aku tak bisa berbuat apa pun (untuk mendatangkan kemenangan)," sesalnya.

"Itu sudah menjadi masa lalu, tapi masih menjadi momen berat buatku dan aku masih sering memikirkannya," tambahnya.

Meski sudah meraih banyak hal, termasuk menjadi Pemain Terbaik Dunia tiga kali, menurut Messi, puncak kemampuannya belum tiba. Dia masih banyak belajar dan akan melakukan hal lebih baik lagi.

"Aku bermain di salah satu tim terbaik dalam sejarah. Aku sangat senang dengan semuanya yang aku raih selama ini, keluarga yang kumiliki, juga orang-orang yang mengelilingiku," ujarnya.

"Tapi, aku selalu yakin yang lebih baik akan tiba. Aku ingin tumbuh menjadi pria dewasa. Aku masih harus banyak belajar. Aku tak harus melihat apa yang aku lakukan. Aku hanya harus melakukan apa yang harus kulakukan. Dan ingat, aku masih 24 tahun," jelasnya.

 

Editor : Hery Prasetyo