


KOMPAS.com — Tim nasional Indonesia di bawah usia 22 tahun tergabung di grup berat babak kualifikasi Piala AFC U-22 di Pekanbaru, 5-15 Juli mendatang. Jepang dan Australia merupakan dua lawan tangguh yang bakal dihadapi pasukan Aji Santoso itu,selain Singapura, Makau, dan Timor Leste.
Kekuatan Jepang U-22 sebagai salah satu raksasa Asia belum diketahui secara pasti. Sebab, "Samurai Biru Muda" juga akan berlaga di ajang Olimpiade London 2012. Belum bisa dipastikan skuad muda terbaik Jepang yang akan diturunkan di kualifikasi Piala AFC U-22.
Yang pasti, empat pemain Jepang yang berusia di bawah 22 tahun saat ini bermain di klub-klub Eropa. Salah satunya adalah mantan pemain Bayern Muenchen yang musim depan bermain di TSG Hoffenheim, Takashi Usami.
Sementara itu, skuad Australia U-22 juga sudah menjalani pemusatan latihan sejak awal bulan ini. Pelatih yang juga mantan pemain "Socceroos", Paul Okon, telah memanggil 23 pemain untuk persiapan kualifikasi Piala AFC U-22 di Pekanbaru. Australia terlihat begitu serius mempersiapkan pasukannya.
"Pemusatan latihan sangat berguna untuk meningkatkan level kebugaran para pemain. Hal ini penting karena kami akan bermain tiap dua hari di kualifikasi Piala AFC U-22," jelas Okon kepada situs resmi Federasi Sepak Bola Australia (FFA).
Di antara 23 pemain yang dipanggil Okon, satu nama berasal dari klub Tottenham Hotspur, yakni Giancarlo Gallifuoco. Pemain yang juga berdarah Italia itu baru awal tahun ini bergabung dengan "The Lilywhites". Pemain berusia 18 tahun itu saat ini masih bermain untuk tim cadangan Tottenham.
Meski demikian, beberapa hari lalu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tetap optimistis, "Garuda Muda" mampu memberikan kejutan.
"Memang laga akan berjalan sulit, tetapi kita harus optimistis. Apalagi biasanya untuk tingkat usia di bawah 22, 21, 20, atau 19, Indonesia masih bisa bersaing. Ambil contoh timnas U-14. Mereka bisa berprestasi di Kinabalu, Malaysia, dan di Jepang," ujarnya.
"Saya rasa kita tidak perlu takut dengan siapa pun. Waktu ASEAN Beach Games, semua negara mengirimkan yang terbaik. Tapi hasil akhir, Indonesia ternyata bisa lebih baik dari negara kuat, seperti India, Korea, dan Jepang," tandasnya.
