


GDANSK, KOMPAS.com - Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, mengatakan, pertarungan timnya lawan Yunani di perempat final Piala Eropa 2012 adalah murni sepak bola. Dia tak mau diseret ke wilayah politik dan menjelaskan pertandingan itu secara politis.
Media Yunani dan Jerman mengibaratkan pertemuan kedua negara itu sebagai pertarungan eurozone. Yunani sebagai anak eurozone yang miskin dan sedang bermasalah dengan kondisi finansialnya, melawan Jerman yang dinilai master yang memiliki kekayaan besar.
"(Kanselir Jerman) Angela Merkel dan kami memiliki hubungan yang baik. Ada kesepakatan bahwa dia tak akan memberi nasihat kepada saya tentang susunan pemain dan saya tak akan menasihati dirinya soal politik," jelas Loew kepada wartawan.
Tentang pertemuan Jerman dan Yunani di perempat final, Loew mengatakan, "Ini hanya pertandingan perempat final yang normal melawan Yunani, tak ada lainnya."
Eropa memang tegang oleh krisis keuangan dan Yunani merupakan negara paling parah dalam krisis itu. Bahkan, negeri itu bisa dikatakan bangkrut. Jerman sebagai negara kaya dan memiliki fondasi ekonomi yang kuat diharapkan berperan besar ikut mengatasi krisis. Namun, kebijakan-kebijakan Merkel dianggap Yunani terlalu kaku dan tak membantu pengurangan krisis.
Loew lebih suka mengomentari masalah teknis dan olahraga. Dia mengatakan, timnya agak diuntungkan, karena Yunani tak akan diperkuat Giorgios Karagounis karena hukuman. Menurutnya, playmaker Yunani itu sangat berbahaya.
"Saya kira dia salah satu pemain yang memiliki ide banyak dalam pertandingan-pertandingan Yunani selama beberappa tahun ini. Dia menjadi koneksi antara lini belakang dan sektor penyerangan. Bagi Yunani, absennya Karagounis sangat menyakitkan," jelas Loew.
Meski begitu, ia tak akan meremehkan Yunani. "Mereka selalu menjadi lawan yang tak mudah dikalahkan. Mereka akan bertahan dengan baik, tapi juga punya serangan berbahaya. Kami harus fokus dan tak boleh meremehkan mereka," tegasnya. (RTR)
