Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Bender, Sang Pengganti yang Amankan Jerman
Penulis: Korano Nicolas LMS | Senin, 18 Juni 2012 | 15:25 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/JEFF PACHOUD
Gelandang muda Jerman, Lars Bender.

SEJAK namanya dimasukkan dalam skuad tim senior Jerman pada September 2011, Lars Bender (23) hanyalah berstatus sebagai pemain cadangan. Tatkala Jerman menghadapi Polandia yang berakhir 2-2, Bender, sesuai statusnya, masuk ke lapangan untuk menggantikan Simon Rolfes.

Ketika Joachim Loew menyusun pasukannya untuk bertarung di Piala Eropa 2012, nama pemain lapangan tengah Bayer Leverkusen ini pun menjadi nama ke-23 atau nama terakhir yang didaftarkan sebagai pemain ”Der Panzer”.

Selama dua pertarungan awal tim Jerman di babak penyisihan Grup B Piala Eropa 2012, Bender harus tetap puas sebagai pemain pengganti. Lihat saja saat Jerman menang 1-0 atas Portugal dalam laga pembuka Grup B lalu. Nama Bender muncul setelah Loew menarik satu pemain.

Hal serupa terulang kembali ketika Jerman menang 2-0 atas Belanda. Lagi-lagi Bender hanya dimasukkan untuk menggantikan rekannya yang harus ditarik keluar oleh Loew.

Datangnya ”kepercayaan” Loew yang mungkin karena sedikit terpaksa itu baru diberikan kepada Bender setelah Jerome Boateng, bek Bayern Muenchen berdarah Ghana itu, tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning.

Baru pada laga pamungkas yang menentukan posisi Jerman (untuk maju atau tidak ke perempat final Piala Eropa 2012), untuk pertama kalinya Bender bermain 90 menit penuh. Bender menjadi starter ketika menghadapi Denmark di Lviv, Ukraina, Minggu (17/6).

Bayar langsung
Kepercayaan Loew itu langsung dibayar tunai oleh Bender. Dirinya menciptakan gol kemenangan Jerman pada menit ke-80. Jelas gol tersebut menjadi pelepas kebuntuan setelah berulang kali dobrakan Jerman pada barisan pertahanan Denmark kerap kali kandas. Jerman kini menjadi juara Grup B karena telah membukukan sembilan poin penuh. Itu artinya di babak perempat final, Sabtu (23/6) mendatang, Jerman bakal berhadapan dengan Yunani yang merupakan runner-up Grup A.

Namun, akankah kepercayaan yang sudah diperoleh Bender dari Loew, sang arsitek Jerman yang dikenal dekat dengan pemain dan pendukung Jerman itu, bakal tetap berlanjut hingga partai penting lain di Piala Eropa 2012?

Kemungkinan tersebut terbuka lebar. Jika melihat penampilan Bender yang disiplin selama 90 menit melawan Denmark, Bender sudah membuktikan dirinya bisa menjalankan tugas sebagai pemain bertahan dengan baik saat Jerman mendapat serangan. Begitu juga kala membantu lapangan tengah Jerman. Bahkan, Bender sudah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi eksekutor yang akurat ketika naik membantu barisan penyerang Jerman.

 

Sumber :
Kompas Cetak
Editor : Hery Prasetyo