Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Van der Vaart: Belanda Harus Becermin
Penulis: Okky Herman Dilaga | Senin, 18 Juni 2012 | 06:46 WIB
Dibaca:
|
Share:
SERGEI SUPINSKY / AFP
Gelandang Belanda, Rafael van der Vaart, tak mampu membawa negaranya lolos ke perempat final Piala Eropa 2012 usai kalah dari Portugal, 17 Juni 2012.

KHARKIV, KOMPAS.com — Gelandang Belanda, Rafael van der Vaart, mengatakan, timnya tersingkir dari Piala Eropa 2012 karena kesalahan sendiri. Ia pun meminta maaf kepada para suporter.

Belanda tersingkir di fase Grup B sebagai juru kunci dengan poin nol, hasil tiga kekalahan, yaitu 0-1 dari Denmark (9/6/2012), 1-2 dari Jerman (13/6/2012), dan 1-2 dari Portugal (17/6/2012).

Pada laga melawan Portugal, Belanda unggul lebih dulu melalui Van der Vaart pada menit ke-11. Portugal membalikkan keadaan lewat sepasang gol Cristiano Ronaldo (28, 74).

Menurut catatan UEFA, selama laga, Belanda menguasai bola sebanyak 58 persen dan menciptakan lima peluang emas dari 13 kali usaha. Adapun Portugal melepaskan delapan tembakan akurat dari 22 kali percobaan.

"Kami punya sejumlah peluang emas di awal laga, tetapi Portugal adalah tim yang kuat. Selain itu, jika Anda ingin mencetak dua gol, Anda harus menciptakan peluang lebih banyak. Kami kalah tiga kali dan kami tidak layak (masuk perempat final). Anda bisa mengatakan, 'Anda memiliki begitu banyak peluang', tetapi kami tak bisa melakukan apa-apa untuk mendapatkan manfaat dari peluang-peluang itu," ujar Van der Vaart.

"Aku tahu pertandingan akan sulit. Kami harus mencetak dua gol. Kami mengawali laga dengan sangat baik dan mencetak satu gol, tetapi kami menjadi gugup karena kami tahu kami harus mencetak gol kedua (untuk menjaga peluang masuk delapan besar)."

"Setelah gol pertama kami, Portugal mulai bermain dengan sangat baik dan kami tidak. Kami semua bermain buruk. Kami semua perlu becermin. Yang bisa kami katakan adalah ini hal yang buruk untuk para suporter."

"Kami kehilangan kepercayaan diri setelah (kalah dari) Denmark dan pada laga melawan Portugal. Kami tahu segalanya bisa berakhir buruk dan itu terjadi. Kami harus memulai segalanya dari awal," tuturnya.

Sumber :
UEFA
Editor : Tjatur Wiharyo