
WROCLAW, KOMPAS.com - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, menilai penyerang Mario Balotelli tidak tampil sesuai arahannya pada dua laga perdana Grup C Piala Eropa, yaitu melawan Spanyol dan Kroasia pada 10 dan dan 14 Juni silam. Meski begitu, Prandelli menyatakan akan memberikan Balotelli jatah starter pada laga pamungkas, melawan Irlandia, Municipal Stadium Poznan, 18 Juni mendatang.
"Saya tak akan meninggalkannya, tetapi tak seorang pun boleh bersikap egois di tim kami. Anda bertanya kepada saya, berapa lama Italia harus menunggu Balotelli memberikan kontribusi. Tiga hari. Kami mengharapkan ia memberi reaksi signifikan (terhadap kritik tersebut)," ujar Prandelli.
Balotelli bermain sebagai starter pada kedua pertandingan yang sama-sama berakhir 1-1 itu. Ia tidak bermain sampai selesai, dan tidak mencetak gol. Pada laga melawan Spanyol, Balotelli digantikan Antonio Di Natela pada menit ke-56, dan pada laga melawan Kroasia, digantikan Di Natale pada menit ke-69.
Menurut Prandelli, pada pertandingan melawan Kroasia, Balotelli digantikan Di Natale karena tidak bermain sesuai arahan. Menurut Prandelli, jika ingin menjadi pemain besar, Balotelli harus bisa menjadikan kritik dan tekanan motivasi dan energi untuk bangkit.
"Keputusan saya menarik Balotelli (pada laga melawan Kroasia)? Saya kehabisan suara karena berteriak-teriak memberinya instruksi selama 15 menit dan saya tidak berhasil membuatnya kembali bermain di posisi yang benar," aku Prandelli.
"Jika kita mencintai (Balotelli), kita harus mengatakan kepadanya hal-hal itu, mengatakan yang sejujurnya. Jika Anda ingin menjadi pemain besar, Anda harus tahu bagaimana menghadapi kesulitan."
"Ia bermain terlalu ke dalam, tetapi tak menguasai bola. Anda bisa bermain ke dalam dan menguasai bola atau memberikan solusi dengan bermain jauh ke wilayah pertahanan lawan," tuturnya.