Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Piala Eropa
Portugal Bermain Dengan Jiwa
Penulis: Agung Setyahadi | Sabtu, 16 Juni 2012 | 21:13 WIB
Dibaca:
|
Share:
JEFF PACHOUD / AFP
Bomber Portugal Cristiano Ronaldo memuji usaha rekan-rekannya saat melawan Denmark dalam pertandingan lanjutan penyisihan Grup B di Stadion Arena Lviv, Rabu (13/6/2012).

KHARKIV, KOMPAS.com- Suporter tim nasional Portugal optimistis timnya mampu menundukan Belanda di pertandingan penutup Grup B Piala Eropa 2012, Senin (18/6/2012) dinihari WIB. Belanda memang tim kuat dan bertabur bintang, namun para pemain Tim Oranye tidak bermain dengan jiwa seperti Portugal.

Jika Portugal menang dan Denmark imbang atau dikalahkan Jerman, tim yang dilatih oleh Paulo Bento itu akan lolos ke perempat final. "Kami sangat yakin Portugal akan mengalahkan Belanda karena Portugal bermain dengan jiwa. Belanda akan kalah, dan kami lolos ke perempat final," ujar Maria Domingues yang sedang bersantai di halaman Stadion Metalist, Kharkiv, Sabtu (16/6/2012).

Warga negara Portugal yang tinggal di Kanada ini datang ke Kharkiv bersama suami, putra,  dan putrinya (Jose, Julian, dan Keylai). Mereka datang ke Stadion Kharkiv pada Sabtu sore untuk menyaksikan sesi latihan resmi Portugal pada pukul 17.15 waktu setempat.

Latihan ini sebenarnya hanya terbuka bagi wartawan pemegang akreditasi, itupun hanya 15 menit awal. "Anda bisa membantu kami masuk ke stadion, kami mohon biarkan kami ikut Anda masuk stadion," ujar Maria dengan mimik memohon kepada wartawan Kompas Agung Setyahadi.

Para suporter setia Portugal itu ingin sekali menyaksikan latihan Cristiano Ronaldo, Luis Nani, dan kawan-kawan sebelum laga penentuan melawan Belanda. Mereka sengaja datang dari Kanada untuk mendukung tim racikan Paulo Bento hingga final.

"Kami datang dari Kanada untuk mendukung terus tim nasional Portugal. Jika Portugal lolos ke perempat final kami akan pindah ke Polandia, mengikuti tim kami," ujar Jose yang meramal Portugal akan menang 2-1.

Di Stadion Metalist, berkumpul suporter Portugal dan Belanda yang ingin menyaksikan tim mereka berlatih. Mereka sudah tahu sesi latihan resmi ini tidak terbuka untuk umum. Namun, para penggila bola itu tetap mencoba peruntungan untuk menyaksikan para pemain yang mewakili negaranya berlatih.

"Okelah, kalau Anda tidak bisa membawa kami masuk, setelah sesi latihan Anda nanti harus bergabung bersama kami minum-minum. Anda sudah menjadi teman kami, saya tunggu ya," ujar Maria ramah.

Editor : Marcus Suprihadi