Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Rusia Minta Suporternya Tak Berulah
Sabtu, 16 Juni 2012 | 16:39 WIB
Dibaca:
|
Share:
BBC Indonesia/AFP
Bintang Rusia Alan Dzagoev meminta suporter fanatik Rusia untuk bersikap tenang.

KOMPAS.com - Menjelang laga melawan Yunani, Rusia diganggu ulah suporter fanatik mereka yang dikhawatirkan berdampak buruk pada masa depan sepakbola negara itu. Terakhir, UEFA telah menjatuhkan denda sekitar Rp1,4 milyar kepada Rusia, karena tindak kekerasan pendukung mereka yang menyerang relawan dan petugas di stadion jelang laga melawan Ceko.

Sebagian suporter Rusia juga dituduh melempar kembang api saat laga berlangsung, melecehkan pemain Ceko yang berkulit hitam, serta bentrokan dengan pendukung Polandia. Atas kejadian ini, UEFA juga mengancam pemberian sanksi pengurangan enam poin pada saat kualifikasi Piala Eropa 2016 mendatang.

Rusia sendiri menyatakan akan banding atas putusan asosiasi sepak bola Eropa itu. Kondisi seperti itu menimbulkan reaksi sebagian anggota timnas Rusia menjelang pertandingan melawan Yunani di Stasion Nasional Warsawa, Minggu (17/06) dinihari WIB nanti.

"Seharusnya mereka bersikap lebih tenang," kata gelandang menyerang Rusia, Alan Dzagoev, dalam jumpa pers, Jumat (14/06) waktu setempat.

Pemain yang telah mencetak 3 gol ini kemudian mengingatkan, jika para suporter tetap berulah akan merugikan sepak bola Rusia.

"Dan, kami tidak ingin kehilangan enam poin pada kualifikasi Piala Eropa 2016 nanti. Sungguh, kami tak ingin hal itu menimpa timnas Rusia," tegas Dzagoev, berulang-ulang.

Tetapi pelatih Rusia Dick Advocaat agak murka ketika wartawan menanyakan soal ulah suporter Rusia.

"Anda sungguh mau menanyakan persoalan itu," katanya, dengan nada sengit.

"Padahal, kami akan menggelar laga penting besok (Minggu dini hari WIB), dan Anda menanyakan pertanyaan soal suporter?"

Butuh seri

Bertemu Yunani dalam laga akhir Grup A, Rusia membutuhkan setidaknya hasil seri untuk dapat lolos ke babak delapan besar. Kalau tim 'beruang merah' kalah dari Yunani, peluang mereka lolos tergantung hasil laga Polandia lawan Ceko yang digelar secara bersamaan.

Tetapi Alan Dzagoev yakin mereka mampu tampil maksimal saat bertemu Yunani: "Saya sepenuhnya mampu menang atas Yunani."

Senada dengan Dzagoev, sang pelatih Advocaat mengatakan, anak asuhnya kini memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Tetapi, imbuhnya cepat-cepat, Dzagoev dan kawan-kawan tidak akan meremehkan Yunani. "Soalnya, saya yakin, Yunani juga akan tampil dengan rasa percaya diri yang tinggi sata menghadapi kami nanti".

Sementara itu, pelatih Yunani Fernando Santos mengatakan, timnya harus menang dalam laga bertemu Rusia. Untuk itulah, Santos meminta anak asuhnya melupakan hasil laga sebelumnya, dan fokus sepenuhnya pada pertandingan nanti malam.

Pelatih asal Portugal ini kemudian menekankan, bahwa dia kemungkinan besar akan merombak tim inti dalam laga penting dan menentukan melawan Rusia.

Laga Yunani melawan Rusia ini diperkirakan akan dihadiri suporter Rusia yang jumlahnya akan makin besar. Tak kurang dari 20.000 pendukung Rusia diperkirakan akan berada di Warsawa untuk menonton pertandingan antara Rusia dan Yunani.

Sumber :
BBC Indonesia
Editor : Caroline Damanik