Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Djohar Yakin Indonesia Bebas dari Sanksi FIFA
Penulis: Ary Wibowo | Sabtu, 16 Juni 2012 | 14:39 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI Djohar Arifin Husin mengaku yakin FIFA tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia terkait deadline penyelesaian kisruh sepak bola nasional. Djohar mengatakan, keyakinan itu berdasarkan hasil kerja tim satuan tugas atau task force bentukan AFC beberapa waktu lalu.

"Task force sudah melaporkan hasil kerjanya ke FIFA pada 8 Juni setelah kita capai kesepakatan di Kuala Lumpur. Jadi, dengan kata lain, semua masalah sudah selesai dan FIFA tidak perlu membuat keputusan apa-apa. Jadi, kita optimistis Indonesia takkan disanksi FIFA," ujar Djohar saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Sabtu (16/6/2012).

Dalam rapat Komite Eksekutif di Zurich, Swiss, Maret lalu, FIFA memutuskan sejumlah hal termasuk kisruh sepak bola Indonesia yang sebelumnya juga dibahas dalam sidang Komite Asosiasi FIFA. Dalam keputusannya, FIFA meminta agar PSSI segera menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012. Jika tidak, masalah itu akan dibawa ke Komite Darurat FIFA. Sejauh ini, FIFA sendiri belum mengumumkan secara resmi mengenai keputusan deadline tersebut.

Setelah keputusan itu, AFC yang bekerja sama dengan FIFA akhirnya memutuskan untuk membentuk task force untuk menyelesaikan masalah dualisme kompetisi hingga kepengurusan tersebut agar Indonesia tidak dikenakan sanksi. Hasilnya, pada Kamis (7/6/2012) di Kuala Lumpur, Malaysia, dua kubu yang bertikai, yakni PSSI dan KPSI, sepakat untuk membangun sepak bola bersama-sama.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatangan memorandum of understanding (MOU) antara kedua belah pihak. Dalam MOU itu berisikan kesepakatan menyatukan kompetisi ISL dan IPL, kepengurusan, hingga masalah pengembalian empat posisi Exco PSSI yang diberhentikan, yakni La Nyalla Mattalitti, Robert Rouw, Dwi Budiawan, dan Toni Apriliani, dan evaluasi statuta yang akan dibicarakan di kongres akhir tahun 2012 ini.

"Semua masalah itu sudah selesai. Jadi tinggal bagaimana kita menjalankan kelanjutan MOU itu dengan semangat bersama-sama membangun sepak bola kita dengan baik agar masalah-masalah itu segera selesai. Jadi, bagi kami Indonesia sudah selamat dan tidak akan kena sanksi dari FIFA," tegas Djohar.

Editor : Caroline Damanik