


KOMPAS.com - Tanpa Andriy Yarmolenko, mungkin tak ada kemenangan bagi tim Ukraina pada laga perdana melawan Swedia, 12 Juni lalu. Yarmolenko berjasa mengoper umpan lambung kepada Andriy Shevchenko yang dikonversi menjadi gol pertamanya. Ukraina pun memetik poin penuh dengan skor 2-1.
Jika tidak, maksimal laga akan berakhir seri. Tak bisa disangkal, Shevchenko memang bergantung pada Yarmolenko. Pemain sayap kiri itu bertugas memberikan operan-operan penting dari lini tengah ke garis depan. Peran Yarmolenko yang sangat dinamis, cocok dengan keunggulan fisiknya.
Yarmolenko adalah pemain berbakat dengan daya tahan kuat, tembakan akurat, dan pelari cepat. Tidak salah jika ia kemudian dipasang untuk menjembatani bagian tengah lapangan dengan lini depan. Bersama Shevchenko, mereka adalah duet maut Ukraina untuk menghadapi Perancis, Jumat malam ini.
Disebut demikian karena Yarmolenko punya kemiripan karakter dengan Shevchenko. Tak heran Yarmolenko dijuluki Shevchenko baru.
Yarmolenko memiliki beberapa kelebihan yang dibutuhkan untuk menjadi bintang lapangan hijau. Strategi Yarmolenko adalah menusuk pertahanan lawan secara tiba-tiba. Ia mengacaukan konsentrasi musuh dengan aktif bergerak menggiring bola untuk membiarkan rekan-rekannya memasuki posisi strategis. Meski demikian, ia pun tak segan langsung menembak ke gawang lawan jika memang itu dibutuhkan.
Kebersamaan Shevchenko dan Yarmolenko akan membuktikan bahwa kemenangan pertama melawan Swedia bukan sekadar nasib baik. Ukraina memetik keuntungan dari hasil imbang laga Perancis dan Inggris. Negara pecahan Uni Soviet itu masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup D.
Ancaman Nasri
Posisi dan bakat Yarmolenko di kubu Perancis bisa disejajarkan dengan Samir Nasri. Sama-sama pemain sayap dengan umur yang tak jauh berbeda, Nasri, pemain klub Manchester City berusia 24 tahun, juga berpotensi menebar ancaman.
Perancis masih banyak menekankan serangan melalui sayap sehingga peran Nasri amat berpengaruh. Dalam menyerang, Nasri termasuk trio pengoyak pertahanan lawan bersama Karim Benzema dan Franck Ribery. Nasri telah menjalankan fungsinya dengan mencetak satu gol ketika melawan Inggris, 11 Juni lalu.
Kemampuan dan latar belakang kulturnya sering disandingkan dengan pemain legendaris Perancis, Zinedine Zidane.
Nasri dikenal sebagai pemain yang memiliki kecakapan teknik, kreativitas, kecepatan, dan kemampuan membaca pertandingan dengan baik. Bagi lawannya, ia sulit ditebak. Dengan mudahnya Nasri bisa berganti posisi menjadi pemain sayap, gelandang tengah, atau gelandang serang.
Kubu Perancis telah berjanji bermain lepas dan lebih cepat untuk menekuk Ukraina. Nasri menjadi salah satu pemain yang mengemban tugas untuk merealisasikan tugas itu. (bay)
