Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Tiga Bomber Berkaki Cinderella
Kamis, 14 Juni 2012 | 05:54 WIB
Dibaca:
|
Share:
JEFF PACHOUD / AFP
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo menundukkan kepala seusai laga melawan Denmark di Stadion Arena Lviv, Ukraina. Portugal menang 3-2.

DUNIA berharap banyak ketika top skorer dari sejumlah liga ternama berjibaku di Euro 2012. Alih-alih melihat gol, para bomber itu malah hanya bisa "berdansa" layaknya Cinderella.

Apa yang kurang dari Cristiano Ronaldo?

Tak ada yang meragukan kapasitas bomber Real Madrid itu. Sejak berstatus sebagai pemain termahal di planet ini, Ronaldo sudah melesatkan 113 gol dalam 109 penampilan bersama "Los Blancos". Artinya, pacar Irina Shayk itu mengeslot satu gol setiap beraksi 87 menit.

Reputasinya sebagai el pichichi (top skorer) 2011 plus runner-up top skorer Liga BBVA 2012 di bawah Lionel Messi makin membubungkan harapan bahwa Ronaldo akan tampil cemerlang di Ukraina dan Polandia.

"Publik Portugal ingin melihat performa maksimal Ronaldo bersama timnas. Hingga saat ini, ia tampil individualistis," ucap Vitor Serpa, chief editor media olahraga berpengaruh Portugal A Bola.

Ah, ya ada cerita soal Messi.

Sekitar 30 suporter Jerman berkumpul di luar hotel tempat Portugal menginap di Lviv. Kota itu berjarak 929 kilometer dari Berlin dan terbilang mudah dicapai dengan sarana transportasi darat nan canggih yang tersedia.

Fans Jerman itu meneriakkan yel-yel "Messi...Messi...Messi..." untuk menggoyang konsentrasi Ronaldo jelang partai melawan "Der Panzer" di Stadion Arena Lviv, Sabtu (9/6/2012).

Suporter Jerman itu mengadaptasi ide teriakan fans Bosnia Herzegovina ketika menyambut kedatangan Portugal dalam partai playoff pertama Euro 2012. Seantero stadion meneriakkan nama Messi dan seketika Ronaldo melempem. Portugal hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Bosnia.

"Kami tak meminta Ronaldo menyelesaikan setiap problem kami," kilah pelatih Portugal Paulo Bento sesaat setelah dikalahkan Jerman di laga pembuka Euro 2012.

Dan yel-yel Messi dari suporter Jerman di luar hotel sepertinya masih terngiang dalam telinga Ronaldo. Terbukti, eks gelandang serang Manchester United itu kembali memble di hadapan Denmark. Meski menang, ia mengaku tak berpenampilan maksimal.

Bomber lain yang juga menyandang top skorer adalah Robin van Persie. Koleksi 30 golnya musim lalu membuat striker Arsenal meraih predikat top skorer Premier League plus penghargaan pemain terbaik dari tiga institusi.

Namun, Van Persie gagal menjadi inspirator kemenangan Belanda. Golnya pada menit ke-73 ke gawang kiper Jerman Manuel Neuer dapat dibilang setengah hoki, bukan mencerminkan kemampuan sebenarnya sebagai top skorer salah satu liga top dunia.

Dalam skuad "De Oranje" juga bercokol Klaas-Jan Huntelaar. "The Hunter" --julukannya" berpredikat sebagai top skorer Bundesliga 2012 dengan koleksi 29 gol. Ia juga menjadi top skorer Schalke sepanjang masa di kompetisi UEFA dengan suntingan 17 gol.

Namun, apa daya Huntelaar hanya jadi penghangat bangku cadangan skuad Bert van Marwijk. Huntelaar kesulitan menembus tim utama Belanda.

Yang pasti, ketiga pemain itu harus angkat topi pada Mario Gomez. Musim lalu, bomber Bayern Muenchen itu kalah tiga gol dari Huntelaar dalam pacuan top skorer Bundesliga.

Namun, performa "Super Mario" --sebutan Gomez-- justru lebih mengkilap dari tiga top skorer tiga liga top Eropa di grup neraka. Sudah tiga gol dilesakkannya.

Bisa jadi Gomez tak berbakat berdansa ala Cinderella.

 

Editor : Daniel Sasongko