Mendatangi markas dan tempat latihan tim Italia dan Kroasia yang akan berlaga pada lanjutan penyisihan Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Rabu (13/6), terasa betul bedanya. Seperti Inggris, Italia memilih Krakow —kota wisata andalan Polandia—sebagai markas. Markas Kroasia, meski di hotel resor dan
Pemain Italia menginap di Turowka Hotel and Spa, Wieliczka, Krakow. Hotel berbintang empat dengan arsitektur menawan dan fasilitas wah.
Saat memasuki Casa Azzurri, wartawan
Ada dua ruang konferensi pers di lantai bawah dan atas. Ruang jumpa pers lantai atas sangat ideal untuk awak televisi. Mereka ditempatkan di lantai atas yang sebagian terbuka, seperti di ruang sidang paripurna Gedung MPR/DPR. Kamera-kamera berjajar di tempat itu dan tinggal menyorot meja tempat pemain atau pelatih menyampaikan pernyataan persnya.
Untuk tempat kerja wartawan, fotografer, dan awak media elektronik, tersedia 100 kursi dengan fasilitas internet nirkabel. Fasilitas mereka lebih bagus dibandingkan Casa Azzurri era Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss.
Tidak ada pasokan makanan dan minuman gratis seperti di
Lapangan latihan tim Italia tidak perlu diragukan. Mereka berlatih di Stadion Cracovia, stadion berkapasitas tak lebih dari 5.000 penonton dengan fasilitas serba mewah. Lapangan rumput sudah pasti standar internasional. Kursi di tribune berupa kursi lipat yang empuk.
Di atas tribune utama, terdapat ruang VIP tempat belasan set meja dan kursi untuk menikmati jamuan. Ruangan ini berdinding kaca dengan arah lapangan. Sambil menikmati sajian makanan dan minuman yang disediakan kafe, penonton bisa menyaksikan permainan di lapangan. Yang membuat media Italia senang, stadion itu hanya berseberangan jalan dengan Casa Azzurri.
Stadion Cracovia berada di sisi jalan sehingga tidak sedikit warga lokal yang menonton latihan pemain Italia jika status latihan dinyatakan terbuka untuk publik. Singkat kata, fasilitas terkait tim Italia di Piala Eropa 2012 beratmosfer kota.
Markas tim Kroasia berada di lingkungan terpencil, jauh dari keramaian. Hotel Sielanka, Wakra, tempat menginap pemain dan ofisial tim Kroasia, sebenarnya kompleks resor dan
Dari Stasiun Wakra (sekitar 1,5 jam berkereta dari Warsawa), pengunjung harus menyewa taksi. Dari jalan utama yang sepi dan penuh dengan pepohonan rimbun layaknya hutan, kendaraan masih masuk menuju lokasi hotel yang terpencil. Satu-satunya sumber keramaian hanya bunyi kereta yang melintas rel, tidak jauh dari Hotel Sielanka.
Tempat itu bukanlah kawasan permukiman. Tidak ada rumah warga di dekat Hotel Sielanka. Karena lokasinya terpencil, tempat latihan pemain Kroasia hanya berupa lapangan buatan meski dengan rumput kelas wahid. Saat dikunjungi Senin lalu, hanya ada dua hingga tiga bocah bersama orangtuanya yang menonton latihan tim Kroasia.
Yang sederhana,
Jangan bayangkan
Serba terbatas di tempat itu. Lokasinya terpencil, jauh dari hiburan atau keramaian, dan satu lagi yang merepotkan. Untuk buang hajat atau air kecil, kita harus berjalan ke kontainer terpisah yang disulap menjadi toilet.
Namun, meski kalah fasilitas, permainan Kroasia di lapangan tak kalah menawan. Permainan Luka Modric dan kawan-kawan banyak dipuji karena atraktif lewat permainan menyerang dan teknik individu yang memukau. Bagi Kroasia, boleh saja bermarkas di tengah kampung terpencil. Namun, permainan mereka tetaplah permainan menawan dan berkelas dunia.