Rabu, 19 Juni 2013
GRUP C
Beda Fasilitas Italia-Kroasia, Beda Kota-Desa
Kamis, 14 Juni 2012 | 04:54 WIB
Dibaca:
|
Share:

Mendatangi markas dan tempat latihan tim Italia dan Kroasia yang akan berlaga pada lanjutan penyisihan Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Rabu (13/6), terasa betul bedanya. Seperti Inggris, Italia memilih Krakow —kota wisata andalan Polandia—sebagai markas. Markas Kroasia, meski di hotel resor dan spa, lokasinya terpencil dan jauh dari keramaian.

Pemain Italia menginap di Turowka Hotel and Spa, Wieliczka, Krakow. Hotel berbintang empat dengan arsitektur menawan dan fasilitas wah. Media center, tempat media Italia bekerja yang disebut Casa Azzurri, juga tak kalah mentereng. Meski bangunannya tua, bangunan itu disulap dan dipoles dengan kayu olahan semipermanen warna serba biru.

Saat memasuki Casa Azzurri, wartawan Kompas, MH Samsul Hadi, melaporkan, tak ubahnya menerobos lorong berliku dengan warna serba biru, warna yang menjadi identitas kostum utama Italia. Lorong juga dihiasi poster-poster bintang sepak bola mereka. Tiga hingga empat gadis cantik dengan senyum ramah siap menyapa tamu di pintu depan.

Ada dua ruang konferensi pers di lantai bawah dan atas. Ruang jumpa pers lantai atas sangat ideal untuk awak televisi. Mereka ditempatkan di lantai atas yang sebagian terbuka, seperti di ruang sidang paripurna Gedung MPR/DPR. Kamera-kamera berjajar di tempat itu dan tinggal menyorot meja tempat pemain atau pelatih menyampaikan pernyataan persnya.

Untuk tempat kerja wartawan, fotografer, dan awak media elektronik, tersedia 100 kursi dengan fasilitas internet nirkabel. Fasilitas mereka lebih bagus dibandingkan Casa Azzurri era Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss.

Tidak ada pasokan makanan dan minuman gratis seperti di media center tim Inggris. Namun, jika lelah dan perut butuh disiram minuman atau makanan, pekerja media bisa menuju kafe di salah satu ruangan. Jika itu masih kurang, tidak sulit mencari restoran dan kedai di luar Casa Azzurri.

Lapangan latihan tim Italia tidak perlu diragukan. Mereka berlatih di Stadion Cracovia, stadion berkapasitas tak lebih dari 5.000 penonton dengan fasilitas serba mewah. Lapangan rumput sudah pasti standar internasional. Kursi di tribune berupa kursi lipat yang empuk.

Di atas tribune utama, terdapat ruang VIP tempat belasan set meja dan kursi untuk menikmati jamuan. Ruangan ini berdinding kaca dengan arah lapangan. Sambil menikmati sajian makanan dan minuman yang disediakan kafe, penonton bisa menyaksikan permainan di lapangan. Yang membuat media Italia senang, stadion itu hanya berseberangan jalan dengan Casa Azzurri.

Stadion Cracovia berada di sisi jalan sehingga tidak sedikit warga lokal yang menonton latihan pemain Italia jika status latihan dinyatakan terbuka untuk publik. Singkat kata, fasilitas terkait tim Italia di Piala Eropa 2012 beratmosfer kota.

Suasana desa tim Kroasia

Markas tim Kroasia berada di lingkungan terpencil, jauh dari keramaian. Hotel Sielanka, Wakra, tempat menginap pemain dan ofisial tim Kroasia, sebenarnya kompleks resor dan spa. Lokasinya di tengah hamparan ladang dan pematang yang luas.

Dari Stasiun Wakra (sekitar 1,5 jam berkereta dari Warsawa), pengunjung harus menyewa taksi. Dari jalan utama yang sepi dan penuh dengan pepohonan rimbun layaknya hutan, kendaraan masih masuk menuju lokasi hotel yang terpencil. Satu-satunya sumber keramaian hanya bunyi kereta yang melintas rel, tidak jauh dari Hotel Sielanka.

Tempat itu bukanlah kawasan permukiman. Tidak ada rumah warga di dekat Hotel Sielanka. Karena lokasinya terpencil, tempat latihan pemain Kroasia hanya berupa lapangan buatan meski dengan rumput kelas wahid. Saat dikunjungi Senin lalu, hanya ada dua hingga tiga bocah bersama orangtuanya yang menonton latihan tim Kroasia.

Yang sederhana, media center untuk pers Kroasia. Media center itu berupa tenda sekitar 20 x 10 meter, di sisi belakang kiri kompleks hotel. Saat akan menggelar jumpa pers, Selasa, striker Mario Mandzukic, gelandang Ivan Perisic, dan bek Gordon Schildenfeld datang dengan mengontel sepeda pancal tanpa kawalan.

Jangan bayangkan media center itu mewah seperti yang disediakan untuk media Inggris atau Italia. Senin itu, di lemari penyimpan minuman, hanya ada satu jenis minuman lemon dalam kemasan kaleng yang rasanya asam. Minuman ini pula yang disediakan di meja jumpa pers untuk pemain atau pelatih.

Serba terbatas di tempat itu. Lokasinya terpencil, jauh dari hiburan atau keramaian, dan satu lagi yang merepotkan. Untuk buang hajat atau air kecil, kita harus berjalan ke kontainer terpisah yang disulap menjadi toilet.

Namun, meski kalah fasilitas, permainan Kroasia di lapangan tak kalah menawan. Permainan Luka Modric dan kawan-kawan banyak dipuji karena atraktif lewat permainan menyerang dan teknik individu yang memukau. Bagi Kroasia, boleh saja bermarkas di tengah kampung terpencil. Namun, permainan mereka tetaplah permainan menawan dan berkelas dunia.