Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Meninggalkan Lapangan, Pemain Dihukum
Penulis: Ferril Dennys | Selasa, 12 Juni 2012 | 19:09 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/CHRISTOF STACHE
Striker Italia, Mario Balotelli, tampak kecewa saat melawan Spanyol pada laga perdana Grup C Piala Eropa 2012, Minggu (10/6/2012).

WARSAWA, KOMPAS.com - UEFA kembali menyatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan hukuman kepada pemain yang meninggalkan lapangan tanpa alasan berupa kartu kuning.

Keputusan UEFA itu dibuat menyusul adanya isu wacana pemain akan meninggalkan lapangan jika diejek penonton. Alasan ini dinilai tak masuk akal dan bukan bagiaian dari prosedur pertandingan. Penyerang Italia, Mario Balotelli, pernah mengancam akan meninggalkan lapangan jika dirinya menjadi obyek cemoohan rasial di Piala Eropa 2012.

"Kami akan memberi kartu kuning bagi setiap pemain yang meninggalkan lapangan (tanpa alasan)," jelas Presiden UEFA, Michel Platini.

Mino Raiola, selaku agen Balotelli, justru mengencam keputusan Platini yang dinilainya tak mendukung sikap Balotelli. "Saya harus bilang bahwa reaksi UEFA menanggapi ucapan Mario sangat aneh. Padahal, saya berharap mereka beraksi sebaliknya dengan mendukung Balotelli," kata Raiola.

"Mario pernah mengalami hal ini dan seluruh elemen tim nasional Italia telah berikrar akan mengharamkan rasisme. Mario merupakan pria baik dan seharusnya didukung untuk soal ini. Saya kecewa dengan ucapan Michel Platini. Saya juga terkejut atas reaksinya. Saya tak yakin Platini bisa mengembangkan permainan sepak bola atau melindungi pemain atas perlakuannya kepada Mario," lanjutnya.

Balotelli sendiri akhirnya benar-benar menjadi korban rasisme. Saat melawan Spanyol, sekitar 200 pendukung  "La Furia Roja" menirukan gaya monyet untuk mengejek penyerang Manchester City tersebut. "Saya duduk di belakang gawang. Mereka (fans Spanyol) berteriak, tertawa, dan mengejek seperti monyet setiap kali Balotelli menguasai bola. Namun, para penjaga berpikir hal tersebut lelucon dan mereka tidak melakukan apa pun," jelas seorang saksi mata yang juga fotografer, Chris Brunskill. (MTRO)

 

Editor : Hery Prasetyo