Rabu, 19 Juni 2013
GRUP A RUSIA VS POLANDIA
Cakar Beruang Merah
Selasa, 12 Juni 2012 | 05:38 WIB
Dibaca:
|
Share:
GRUP A RUSIA VS POLANDIA

Sekitar 57 tahun lalu, Uni Soviet yang kini Rusia menancapkan kuku politiknya ke Polandia dan memaksakan paham komunis. Kini, ketika rezim komunis jatuh sejak dua dekade lalu, negeri Beruang Merah itu mencoba menancapkan kukunya lagi melalui sepak bola. Jika sampai tercakar, tim ”Elang Putih” bakal terkapar.

Sejak dua hari lalu, ribuan suporter Rusia sudah berderap dari Moskwa menuju Warsawa. Bagaikan tentara merah yang menyerang balik pasukan Nazi melalui Polandia, ribuan suporter Rusia itu kini sudah mulai menyesaki jalanan Warsawa.

Jumlah mereka bertambah banyak sejak Andrey Arshavin dan rekan-rekannya melumat sesama bekas negara Pakta Warsawa, Ceko (dulu Cekoslowakia), dengan skor 4-1. Kepercayaan diri pemain meningkat dan euforia di dada suporter berlipat-lipat.

Menghadapi Polandia, Pelatih Dick Advocaat diperkirakan bakal menurunkan pemain yang sama saat melawan Ceko, dalam formasi 4-3-3. Serangan bergelombang dari tiga penyerang dan gelandang serang Rusia terbukti efektif untuk memorakporandakan pertahanan Ceko.

Kapten dan penyerang senior Arshavin masih menjadi andalan mengatur serangan sekaligus tumpuan untuk mencetak gol. Meskipun belum mencetak gol di laga perdana, pemain Arsenal yang dipinjamkan ke Zenit St Petersburg itu menjadi kreator serangan dan pemberi umpan matang untuk terciptanya tiga dari empat gol.

Meskipun mengakui Arshavin berperan besar, Advocaat mengatakan timnya tidak hanya bertumpu pada penyerang berusia 31 tahun itu. Kekompakan dan kolektivitas tim tetap menjadi andalan bagi Rusia untuk mengalahkan Polandia dan memastikan tiket ke delapan besar.

”Tim adalah kunci, bukan individual,” kata Advocaat.

Meskipun pernyataan itu klise agar tidak ada persaingan gengsi antarpemain, pelatih asal Belanda itu memang menekankan kerja sama tim sebagai senjata utama.

Dua penyerang sayap, Alan Dzagoev dari kanan dan Alexander Kerzhakov atau Roman Pavlyuchenko dari kiri, mampu bekerja sama dengan Arshavin untuk mencabik-cabik pertahanan Ceko. Bahkan, Dzagoev mampu mencetak dua gol dan Pavlyuchenko satu gol.

Bagaikan kedua cakar beruang dari kanan dan kiri, kedua penyerang sayap Rusia siap merobek jantung tim ”Elang Putih”, julukan bagi tim nasional Polandia.

Berkaca dari laga kontra Yunani, Polandia harus mewaspadai kedua sayap Rusia itu. Dimitris Salpingidis selalu berhasil merobek sisi kiri pertahanan Polandia dan bahkan mencetak gol serta menghasilkan tendangan penalti. Sisi kanan pertahanan Polandia juga sering ditembus oleh Theofanis Gekas atau Konstantinos Fortounis.

Jika penyerang sayap bagaikan kedua cakar beruang, penyerang depan dan gelandang serang Rusia bagaikan gigi-gigi tajamnya. Ketajaman Arshavin dan gelandang serang Roman Shirokov juga dapat meremukkan Polandia. Apalagi, Polandia kehilangan kiper muda tangguh Wojciech Szczesny karena sanksi kartu merah.

Jika memenangi laga, Rusia bakal lolos ke perempat final. Di sisi lain, peluang Polandia lolos ke perempat final semakin tipis jika kalah.

Tidak gentar

Menghadapi tim favorit juara grup, para pemain Polandia mengaku tidak gentar. Bek Lukasz Piszczek mengatakan, timnya justru semakin termotivasi untuk bermain melawan tim yang ofensif.

”Rusia adalah tim yang kuat dan diunggulkan menjadi juara grup. Namun, kami tidak takut. Kami akan menghadapi mereka di Polandia,” kata bek Piszczek.

Penyerang Robert Lewandowski mengatakan, dirinya bersama tim siap menembus pertahanan Rusia. Seperti Polandia yang keluar dari bayang-bayang kekuasaan komunis Soviet, Lewandowski ingin membawa Polandia mengatasi intimidasi Rusia dan lolos ke delapan besar Piala Eropa 2012.

(Caesar Alexey)