


GDANSK, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Spanyol, Xavi Hernandez, menilai Italia tidak akan menggunakan strategi catenaccio alias sistem pertahanan gerendel saat berjumpa dengan timnya di laga perdana Grup C Piala Eropa 2012, Minggu (10/6/2012). Italia, menurut Xavi, telah saat ini telah mengubah skema permainannya.
Italia memang dikenal memiliki gaya bertahan yang superketat atau biasa disebut dengan catenaccio. Mereka akan membiarkan lawan menyerang mereka dengan susah payah, lalu membunuh lawan dengan satu serangan balik yang mematikan. Bagi "Gli Azzurri", menang dengan satu gol sudah cukup, tak perlu main cantik.
"Italia telah mengubah sistem mereka. Sekarang tim itu ingin lebih memainkan bola dengan memakai strategi diamond dan Andrea Pirlo adalah pemain yang luar biasa di area itu. mereka juga memiliki dua penyerang hebat, Mario Balotelli dan Antonio Cassano," ujar Pirlo seperti dilansir Football Italia.
"Mereka tidak akan kembali ke catennacio lagi. Sekarang mereka akan mencoba memainkan bola secara inisiatif tinggi dengan pemain yang mereka punya. Kita akan melihat pertandingan menghibur besok. Ini tidak akan menjadi sebuah pertandingan yang akan ditutup dengan konsistensi Spanyol dalam penguasaan bola,"
Setelah, melawan Pirlo dan kawan-kawan, Spanyol akan menantang Kroasia dan Irlandia. Meski kedua tim tersebut bukan lawan mudah, Xavi menilai kunci kesuksesan Spanyol untuk lolos dari grup adalah jika mampu mengalahkan Italia.
"(Grup) ini memang sulit. Kroasia adalah lawan yang akan memeras fisik kami dan mampu mengunci pertandingan jika mereka mendapatkan bola. Tetapi, kunci utama adalah di laga pertama, ketika melawan Italia," tegas Xavi.
