Rabu, 19 Juni 2013
Limbong: Tidak Perlu KLB
Penulis: Ferril Dennys | Kamis, 07 Juni 2012 | 22:10 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline Damanik
BERHARD LIMBONG (Anggota Komite Eksekutif PSSI)

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Berhard Limbong, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman  antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia atau KPSI. Limbong berharap hasil kesepakatan itu dapat  membuat sepak bola nasional makin baik.

"Tidak ada yang menang dan kalah. Semua sama-sama menang," kata Limbong kepada wartawan di Kantor PSSI, Kamis (7/6/2012) malam.

Isi nota kesepahaman  (MOU) tersebut di antaranya  komite gabungan PSSI akan dibentuk untuk membuat kompetisi liga sepak bola profesional baru untuk divisi utama (kelompok liga teratas). Komite juga akan bekerja bersama FIFA dan AFC untuk mengevaluasi statuta dan masalah asosiasi lainnya.

Empat Komite Eksekutif PSSI yang pernah diberhentikan harus dikembalikan ke posisinya lagi. MOU juga menyatakan kompetisi Indonesia Super League (ISL) akan tetap digulirkan secara terpisah, tetapi berada di bawah payung PSSI. Adapun KPSI tidak akan bertindak sebagai otoritas sepak bola.

Limbong mengharapkan kompetisi selanjutnya bisa berjalan secara profesional demi terciptanya industri sepak bola.

"Klub-klub yang memiliki dualisme dapat kembali disatukan. Kami sudah terlalu banyak ngurusin pengurus yang ribut. Padahal banyak kasus yang terjadi di sepak bola, seperti gaji pemain telat dan meninggalnya suporter," tutur Limbong.

Format kompetisi yang baru nanti akan dibahas dalam kongres luar biasa (KLB) yang dirumuskan oleh joint committee. KLB rencananya akan digelar pada September mendatang.

Limbong menjelaskan, KLB hanya mengagendakan masalah penyatuan kompetisi dan menyempurnakan statuta.

"Saya pribadi sudah sepakat bersatu. Akan tetapi, untuk apa KLB lagi? Cuma buang uang dan bisa menyuburkan politik uang. Lebih baik uangnya untuk membayar klub-klub yang sedang kesusahan," ucap Limbong.

Editor : Daniel Sasongko