Rabu, 19 Juni 2013
Platini: Itu Wewenang Wasit, Mr Balotelli
Kamis, 07 Juni 2012 | 11:51 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP
Penyerang Italia, Mario Balotelli.

ZURICH, KOMPAS.com Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Michel Platini mengumumkan bahwa wasit memiliki kewenangan penuh untuk memberhentikan pertandingan bila terjadi aksi-aksi, termasuk pelecehan, rasial dalam suatu laga di Piala Eropa 2012. Penegasan ini disampaikan UEFA menyusul sejumlah kekhawatiran mengenai aksi rasial di Polandia-Ukraina.

BBC melansir pula bahwa Platini membantah reputasinya dipertaruhkan terhadap kemungkinan munculnya aksi rasial sepanjang gelaran Piala Eropa 2012.

"Reputasi saya (dipertaruhkan) karena aksi rasial di Polandia dan Ukraina? Anda bercanda? Anda pikir saya bertanggung jawab terhadap aksi rasial di Eropa, atau Inggris atau Perancis? Tanggung jawab saya bukanlah tidak melakukan apa-apa, dan kami telah mengubah peraturan, mengubah regulasi, membantu 'Anda memperoleh keadilan', dan 'Jangan terjadi lagi'. Kami menolong mereka, kami melakukan banyak hal untuk menentang rasisme. Namun, saya tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat," katanya.

Menurut Platini, tak mudah untuk mengendalikan aksi masyarakat. UEFA membantu Polandia-Ukraina yang sebelumnya tak pernah menggelar perhelatan akbar untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan terkait rasisme. Ini adalah kesempatan ketiga UEFA menggelar Piala Eropa di dua negara, yaitu Polandia-Ukraina, setelah Belanda-Belgia pada tahun 2000 dan Austria-Swiss pada tahun 2008.

"Ini menjadi tantangan besar untuk Polandia, tantangan besar untuk Ukraina, tantangan besar untuk UEFA, dan kami sudah melakukan yang terbaik yang kami bisa," tambahnya.

Pernyataan ini diberikan Platini menyusul ancaman dari striker tim nasional Italia, Mario Balotelli, jika dirinya mengalami pelecehan rasial. Jika dilecehkan, maka pemain berusia 21 tahun itu mengancam akan keluar dari lapangan.

Namun, pemain legendaris Perancis ini mengatakan bahwa panita di lapangan justru akan menjatuhkan hukuman kepada siapa pun yang meninggalkan lapangan, meskipun mereka adalah korban pelecehan rasial.

"Ini kartu kuning. Yang mengatur wasit bukanlah pemain, Mr Balotelli. Adalah wewenang wasit untuk mengambil keputusan. Jadi, wasit akan diberikan masukan, dan mereka dapat menghentikan pertandingan jika ada masalah," tandasnya.

Editor : Caroline Damanik