


ANALISIS
FORMASI
Formasi 4-4-2 yang diterapkan oleh Slaven Bilic memaksimalkan potensi di skuad Kroasia yang memiliki pemain sayap tradisional dan bek sayap agresif. Efek mematikan formasi ini telah menyingkirkan Turki yang bermain dengan pola 4-3-3 dalam play off Piala Eropa 2012. Dua sayap Ivan Rakitic dan Darijo Srna menjadi kunci permainan Kroasia, dengan serangan langsung sangat cepat dan mematikan melalui sektor sayap. Kroasia tidak banyak menguasai bola, tetapi efektif dalam serangan balik.
SLAVEN BILIC
PELATIH
Slaven Bilic membangun tim nasional Kroasia sejak 2006. Sarjana hukum ini membawa Kroasia tampil kompetitif di Piala Eropa 2008 dengan mengalahkan tuan rumah Austria, Polandia, dan Jerman di penyisihan grup. Kroasia nyaris masuk semifinal sebelum kalah adu penalti melawan Turki. Bilic masih dipercaya memegang timnas meskipun gagal lolos ke Piala Dunia 2010. Kini, pelatih berusia 43 tahun itu kembali membawa skuad Kroasia yang lebih matang untuk menjadi penantang tim-tim favorit juara.
Pelatih karismatik yang ikut membawa Kroasia hingga ke semifinal Piala Dunia 1998 ini mengerahkan kemampuan memotivasi para pemain untuk bangkit dari kegagalan lolos ke Piala Dunia 2010. Ia menumbuhkan keyakinan pada diri pemain-pemain kunci, seperti Luka Modric, Darijo Srna, Niko Kranjcar dan Vedran Corluka bahwa Kroasia bisa kembali kompetitif.
Suntikan motivasi dan kejelian mengolah strategi dengan formasi 4-4-2 terbukti ampuh menyingkirkan Turki di babak play off. Kecerdikan Bilic menjadi salah satu kunci kesuksesan Kroasia.
STIPE PLETIKOSA
Penjaga Gawang
Pletikosa jago dalam adu penalti, baik sebagai kiper maupun penendang. Kiper FC Rostov ini telah lima kali mencetak gol dari titik putih saat membela klub lamanya Hajduk Split. Kiper berusia 33 tahun ini telah 90 kali membela Kroasia. Ia menjadi salah satu pemain kunci di Piala Eropa 2008.
DARIJO SRNA
Pemain Sayap
Kematangan mental dan kemampuan mengelola emosi para pemain menjadi kekuatan Srna yang melengkapi kreativitas Luka Modric membangun permainan. Pemain klub Shakhtar Donetsk itu juga memiliki tendangan bebas mematikan. Kapten Kroasia ini telah mencetak 19 gol dalam 90 kali membela timnas.
