Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Blatter: Mari Akhiri Tragedi Penalti
Jumat, 25 Mei 2012 | 22:19 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP
Presiden FIFA Sepp Blatter.

NYON, KOMPAS.com - Presiden FIFA Sepp Blatter menyebut adu penalti sebagai tragedi. Ia menantang Franz Beckenbauer untuk datang dengan ide baru pengganti adu penalti.

Ide Blatter timbul setelah dua turnamen besar  dituntaskan dengan adu penalti. Yang terakhir adalah final Liga Champions 2012 --Chelsea menjungkalkan tuan rumah Bayern Muenchen-- dan di awal tahun Piala Afrika 2012, Zambia mengalahkan Pantai Gading di partai puncak.

"Sepak bola dapat berubah menjadi tragedi ketika terjadi adu penalti. Sepak bola tak seharusnya menjadi duel satu lawan satu, adu penalti membuat esensi sepak bola hilang," sebut Blatter dalam Kongres FIFA di Budapest, Hungaria.

"Mungkin, Franz Beckenbauer dengan grup sepak bola 2014-nya dapat memberikan solusi yang mungkin bukan untuk saat ini, tapi untuk masa depan," lanjutnya yang dilansir Guardian.

"Der Kaiser" -- sebutan Beckenbauer-- adalah presiden kehormatan Bayern. Ia juga mengepalai Tim Kerja Sepak Bola yang ditugaskan untuk merekomendasikan perubahan peraturan FIFA. Blatter ingin badan itu mulau mencari alternatif pengganti adu penalti.

Sementara itu, teknologi garis gawang dijadwalkan  diperkenalkan di Zurich, Swiss, Juli nanti atau beberapa hari setelah final Euro 2012 di Kyiv, Ukraina. Rencananya, perkenalan teknologi itu akan dipertontonkan di depan Dewan Asosiasi Sepak Bola Dunia pada 5 Juli mendatang.

Tes dua sistem teknologi garis gawang --termasuk eksperimen Hawk Eye-- untuk pertama kalinya akan diaplikasikan saat uji coba Inggris versus Belgia di Wembley, bulan depan.

 

Sumber :
Guardian
Editor : Daniel Sasongko