Rabu, 19 Juni 2013
Antiteori City Itu Bernama Montpellier
Rabu, 23 Mei 2012 | 02:08 WIB
Dibaca:
|
Share:
GERARD JULIEN / AFP
Para pemain Montpellier merayakan trofi Ligue 1 bersama pada pendukungnya di place de la Comedie, Montpellier, Senin (21/5/2012). Gelar kampiun itu adalah yang pertama sejak Montpellier meraih trofi Piala Perancis 1990. Pria berambut dicat merah-biru adalah pemilik Montpellier, Louis Nicollin (kanan).

MONTPELLIER, KOMPAS.com — Montpellier sukses memastikan kampiun Ligue 1 untuk kali pertama dalam sejarah, Minggu (20/5/2012). Namun, mengapa "La Paillade" disebut sebagai antiteori Manchester City?

Anggaran belanja Montpellier per tahun hanya 29 juta poundsterling atau Rp 435 miliar. Faktanya, budget sebesar itu menempatkan Montpellier pada posisi ke-13 di antara 20 klub kontestan Ligue 1.

Bandingkan dengan Paris St Germain yang memiliki dana 82 juta pounds atau nyaris 3 kali lipat dari Montpellier. Apa daya tim kosmopolitan besutan Carlos Ancelotti itu hanya berposisi di bawah "La Paillade".

Ditambah lagi, John Utaka dan kawan-kawan mengepak poin akhir 82 dan menjadi koleksi tertinggi kedua sepanjang sejarah Ligue 1. Ramuan Pelatih Rene Girard memang luar biasa. Padahal, musim lalu Montpellier hanya berposisi akhir ke-14.

Montpellier berdiri sejak 1974. Sejak awal, klub berkostum biru-kuning itu dimiliki pengusaha Perancis, Louis Nicollin.

Meski masih berusia di bawah 40 tahun, Montpellier sudah menelurkan pemain beken, seperti Laurent Blanc, yang kini menjadi pelatih timnas Perancis. Eric Cantona, Roger Milla, dan Carlos Valderrama pun pernah berkostum Montpellier.

 

Editor : Daniel Sasongko