


LONDON, KOMPAS.com — Kegagalan Gelandang Bayern Muenchen, Arjen Robben, dalam mengeksekusi penalti di babak babak tambahan final Liga Champions, Sabtu (19/5/2012), mempunyai kesan tersendiri bagi gelandang Chelsea, John Obi Mikel. Menurut pemain asal Nigeria ini, dia sebelumnya sudah memperkirakan Robben akan gagal dalam penalti tersebut.
Pada menit ke-93, Bayern mendapat hadiah penalti setelah Didier Drogba melakukan pelanggaran terhadap Frank Ribery. Jika mampu menyarangkan bola, peluang Bayern untuk menjadi juara memang sangat besar karena saat itu skor masih imbang 1-1.
Akan tetapi, Robben yang dipercaya menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya tersebut dengan sempurna. Tendangan pemain asal Belanda yang juga mantan pemain "The Blues" itu diantisipasi kiper Petr Cech dengan sangat baik.
"Aku mengatakan kepadanya (Robben) bahwa Petr Cech akan tahu ke arah mana dia akan menendang. Aku hanya mengatakan bahwa dia akan gagal. Anda tahu, kami memang beberapa kali melakukan hal ini kepada pemain lain," ungkap Obi Mikel.
"Aku rasa ketika penalti itu gagal, kami percaya trofi (Liga Champions) ini akan menjadi milik kami," katanya lagi.
Lebih lanjut, Obi Mikel mengungkapkan kegembiraannya terkait keberhasilan Chelsea meraih gelar Eropa pertamanya ini. Gelar itu, kata dia, merupakan jerih payah dari penantian panjang dirinya dan sejumlah rekan-rekannya selama ini.
"Kami telah menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, dan harapan kami, masyarakat tidak akan berhenti untuk menuliskan keberhasilan ini," kata Obi Mikel.
Obi Mikel menambahkan, kesuksesan kali ini juga tidak bisa lepas dari peran Pelatih Roberto Di Matteo. Pemain berusia 25 tahun ini menilai, Di Matteo telah berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai arsitek Chelsea, pasca Andre Villas-Boas.
"Ketika dia (Di Matteo) mengambil alih, dia berkata bahwa dirinya tahu kalau aku adalah pemain yang bagus. Aku hanya kurang percaya diri, dan dia telah memberikan kepercayaan itu kepadaku. Aku ingin dia tetap bekerja di sini, meskipun pada akhirnya klub yang akan membuat keputusan itu," tutupnya.
