Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Mata: Ini Musim Terbaik Sepanjang Karier Saya
Minggu, 20 Mei 2012 | 00:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
IAN KINGTON / AFP
Dua pemain Spanyol, Juan Mata (kiri), dan Fernando Torres melakukan selebrasi dengan trofi Piala FA yang diraih setelahg Chelsea menang 2-1 atas Liverpool di final Wembley Stadium, London, Sabtu (5/5/2012).

LONDON, KOMPAS.com — Banyak perubahan dalam diri Juan Mata dalam setahun belakangan ini. Setelah berpindah klub, budaya, dan bahasa, gelandang Chelsea itu berambisi melengkapinya dengan trofi Liga Champions.

Mata dibeli Chelsea dari Valencia dengan nilai transfer 23,5 juta pounds atau sekitar Rp 352 milliar di awal musim. Lelaki berusia 24 tahun itu mengawali kiprahnya bersama "The Blues" dengan indah mencetak gol saat melakukan debut, mengalahkan Barcelona, dan mencium Piala FA di Wembley.

Baru-baru ini, Mata didaulat sebagai Pemain Terbaik 2012 di mata para penggemar. Ia sudah mengantongi predikat Juara Dunia 2010 bersama Spanyol dan menjadi andalan "La Furia Roja" dalam Olimpiade London 2012 Juli mendatang. Namun, sebelum itu, pria setinggi 170 sentimeter itu berambisi mengangkat trofi Liga Champions malam nanti. Berikut petikan wawancaranya dengan Guardian:

Hmmm, bagaimana musim pertama Anda bersama Chelsea?


Mungkin ini adalah 12 bulan terbaik sepanjang karier saya. Adaptasi saya di lapangan bersamaan dengan adaptasi kehidupan di London.

Pendapat Anda tentang Roberto Di Matteo?

Terus terang, saya tak ingat Di Matteo ketika bermain. Ia tertawa ketika saya bilang kepadanya dan ia hanya berkata saya terlalu muda untuk mengingatnya (Mata tersenyum lebar).

Bagaimana dengan sepak bola Inggris?

Sepak bola Inggris berubah. Juara sebenarnya tak memainkan lagi gaya tipikal Inggris. Tapi, secara umum, gaya sepak bola Inggris lebih cepat ketimbang di Spanyol: lebih banyak serangan balik, lebih terbuka, dan langsung mengarah ke pertahanan lawan. Andre Villas-Boas bergaya sedikit lebih Eropa. Ia ingin tim lebih banyak menguasai bola dan membangun serangan dari bawah. Villas-Boas melakukan segalanya untuk membuatnya berhasil, tapi ternyata tidak. Semuanya tergantung pada hasil akhir.

Terus...

Roman (Abramovich) datang ke pusat latihan kami dan ia mengatakan Chelsea harus berubah. Ketika Robbie (sapaan Di Matteo) datang, prioritasnya adalah mencetak kemenangan sebanyak mungkin. Artinya, permainan langsung ke pertahanan lawan. Baiklah. Kami berada di ujung tanduk. Dan sisi psikologis sangat penting: kami memenangi partai pertama di Piala FA dan lagi dan lagi... semuanya berubah.

Dan akhirnya...

Kami memainkan sepak bola indah--melawan Tottenham Hotspur contohnya--dan lengkap. Kami dapat memainkan keduanya. Kami punya para pemain yang berpengalaman memenangi banyak pertandingan dengan intensitas tinggi dan juga yang lainnya yang lebih berkemampuan teknis, seperti (Frank) Lampard atau (Raul) Meireles.

Apa perbedaan Villas-Boas dengan Di Matteo bagi Anda?

Karena Andre, saya ada di sini. Tapi, setelah Robbie mengambil alih, ia memberikan saya kepercayaan diri. Robbie bilang kepada saya itu momen yang berat ketika Andre pergi. Ia mengatakan saya pemain penting. Kami mengubah sistem permainan. Daripada pola 4-3-3 kami memainkan sistem 4-2-3-1 dengan saya ditempatkan di tengah.

Apa pendapat Anda tentang Bayern Muenchen?

Bayern sangat diunggulkan karena mereka tim bagus. Dan kami memperlakukan (final Liga Champions 2012) sebagai pertandingan biasa, Kami tetap tinggal di London hingga Jumat (18/5/2012) dan berlatih seperti biasa di Cobham. Seperti ada dua hal dalam waktu bersamaan: rasanya seperti terlalu "normal" memperlakukan final Liga Champions atau kami melakukannya untuk mengurangi ketegangan. Saya pikir itu keputusan yang tepat.

Apakah Anda merasa terbebani?

Selalu ada tekanan. Kegembiraan semua orang tergantung pada Anda, mereka juga akan ikut menderita bersama Anda. Akan menjadi hal biasa, tapi Anda harus paham cara mengatasinya. Saya tak percaya tahayul, tapi kebiasaan rutin akan sangat membantu, lakukan seperti biasanya. Anda makan, melihat video, bertemu dengan seseorang, mengobrol.

Bagaimana Anda melihat final Liga Champions nanti?

Bagi mereka yang pernah bermain (pada final 2008) Anda dapat merasakan kekecewaan yang amat sangat. Anda tak tahu kapan Anda akan mendapat kesempatan seperti itu lagi, itu tentu berlaku untuk pemain berpengalaman. Lampard dan (John Terry) adalah legenda di sini. Bagi semua orang di klub ini, bagi Roman, bagi para pemain, adalah hal yang penting untuk memiliki trofi Liga Champions di lemari gelar juara kami. Apalagi, kami belum mempunyainya. Ini pertandingan yang berbeda.

Chelsea tak begitu bagus di Premier League. Komentar Anda?

Kami berada di peringkat keenam liga. Kami tahu Chelsea seharusnya berada di posisi yang lebih tinggi. Tapi, kami telah memenangi Piala FA. Dengan momen berat yang kami lalui, pergantian pelatih, dan beberapa kejadian buruk lainnya, tapi ini adalah tahun yang baik. Dan mungkin akan berakhir menjadi musim yang luar biasa.

Mungkin kami akan mengakhiri musim ini dengan luar biasa.
-- Juan Mata

Editor : Daniel Sasongko