


KOMPAS.com — Kepastian Manchester City menjuarai Premier League 2011/12 pada detik-detik terakhir bukan yang pertama. Ada sejumlah laga di tiga liga ternama yang dicatat dalam sejarah sebagai drama hingga titik darah penghabisan.
1. Premier League 1995/96
Sebelum laga pekan terakhir, Manchester United mengantongi 79 poin dan Newcastle United mengoleksi 77 angka.
MU melawat ke kandang Middlesbrough dan Newcastle menjamu Tottenham Hostpur. "The Magpies" berharap bisa meraih poin penuh dan "The Red Devils" tersandung. Hasilnya?
MU menang tiga gol tanpa balas, sementara Newcastle hanya mampu bermain imbang 1-1. Komentar Kevin Keegan akhirnya terpilih sebagai komentar terbaik saat Premier League merayakan ulang tahunnya yang ke-10.
"Saya sangat ingin memenangkannya, sangat ingin juara," kata Keegan seusai laga terakhir Newcastle.
2. Premier League 2007/08
Sebelum pertandingan terakhir, MU dan Chelsea memuncaki klasemen dengan koleksi sama, 84 poin. "Setan Merah" harus bertandang ke markas Wigan Athletic dan "The Blues" menjamu Bolton Wanderers.
Hasilnya, MU melibas "The Latics" 2-0, sementara Chelsea cuma dapat mengimbangi Bolton 1-1. MU juara dengan koleksi 87 angka.
3. Serie-A 2001/02
Inter Milan berada di puncak klasemen sebelum pekan terakhir dengan koleksi 69 poin. Juventus berada di bawahnya hanya dengan defisit satu poin.
Pada pekan ke-34, Inter harus terbang ke Olimpico, markas Lazio, sementara Juventus melawat ke Friuli, markas Udinese. Hasilnya?
Inter kalah 2-4 dan Juve sukses melumat tuan rumah Udinese 2-0. "Il Biscione" akhirnya harus terpental ke peringkat tiga karena disalip AS Roma. Berbekal kemenangan 1-0 atas tuan rumah Torino, koleksi poin Roma melesat hingga 70. Juve akhirnya menjadi scudetto dengan total angka 71.
4. Bundesliga 2000/01
Sebelum laga terakhir atau pekan ke-34, Bayern Muenchen memimpin dengan koleksi 62 poin. Di bawahnya, Schalke memiliki 59 poin. Kalau "The Royal Blues" mampu menyamai koleksi "Die Bayern", Schalke akan menjuarai Bundesliga karena unggul agresivitas lima gol. Apalagi, Bayern mengarungi laga berat di markas Hamburg, sementara Schalke hanya menjamu tim medioker Unterhaching. Hasilnya?
Schalke menang 5-3 dan fans mereka sempat luap dalam euforia karena Bayern kalah 0-1 lewat gol Sergey Barbarez pada menit ke-90.
Namun, kegembiraan Schalke menguap karena Patrik Andersson menciptakan gol balasan Bayern. Laga berakhir 1-1 dan Bayern menjadi juara Bundesliga hanya dengan keunggulan satu angka atas Schalke.
Sumber: RSSSF
