


GRESIK, KOMPAS.com - Pertandingan Liga Super Indonesia antara Persegres Gresik versus PSMS Medan di Stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, akhirnya berakhir imbang dengan skor 2-2.
Pertandingan babak kedua sempat diwarnai kericuhan, adu pukul antarpemain terkait putusan wasit Aeng Suarlan.
Ofisial PSMS Medan mendatangi pengawas pertandingan, penonton melemparkan botol minuman kemasan ke lapangan.
Gol Persegres diciptakan Gaston Castano menit 3 dan 81 (penalti). Gol balasan PSMS Medan dicetak Ikpefua Osas Marvellous menit 12 dan Nastja Ceh menit 90+1.
Pada babak kedua Gaston Castano, David Faristian, dan Rahmad M Rivai mengancam gawang Ayam Kinantan. Pada menit 67 tendangan Gaston membentur penjaga gawang PSMS Medan Eddy Kurnia. Rahmad M Rivai gagal mengeksekusi bola muntah.
Saat David Faristian dijatuhkan Wiganda Pradika di kotak penalti, wasit Aeng Suarlan memberikan hadiah penalti untuk Persegres. Hadiah penalti diprotes pemain PSMS, Novi Handriawan dan Sasa Zecevic.
Ofisial dan pelatih PSMS mendatangi pengawas pertandingan. Penonton melemparkan botol ke lapangan. Pertandingan terhenti empat menit. Setelah ketegangan mereda, Gaston berhasil mengeksekusi bola di menit 81. Skor 2-1 untuk skuad Laskar Jaka Samudera.
Lima menit kemudian seorang pemain Persegres handsball di tengah kemelut di depan gawang. Wasit memberikan penalti untuk tim asuhan Suharto. Saat itu, kembali terjadi kericuhan ada pemain terlibat adu pukul. Pertandingan terhenti tiga meni.
Ossas Marvellous yang mengeksekusi penalti, gagal mencetak gol. Tendangannya di menit 89 dibendung penjaga gawang Persegres Herry Prasetya.
Dalam babak tambahan waktu dua menit, pemain Persegres membuat kesalahan. I Wayan Gangga Mundana diganjar kartu kuning. Nastja Ceh berhasil mengeksusi bola dengan baik. Tendangannya melambung melewati barikade pemain Persegres lalu menukik masuk ke gawang Persegres. Kedudukan berubah 2-2.
Asisten Pelatih PSMS Medan, Roe Kinoy, menyatakan pertandingan kali ini merupakan segmen yang menegangkan. Upaya mencuri poin sangat ketat. "Eksekusi penalti Osas gagal karena terlalu percaya diri dan bernapsu mencetak gol," katanya.
Ia menambahkan, strategi menyerang dan mengandalkan pemain muda yang ngotot membuat antisiapasi serangan dari Persegres tidak pas. "Kami bawa empat pemain U-21 karena banyak pemain cedera," katanya.
Manager PSMS Medan, Benny Tomasoa menambahkan bersyukur timnya bermain seri dan mendapatkan satu nilai. Ia menyayangkan banyak kejadian yang semestinya tidak terjadi di lapangan. "Tapi kami kecewa putusan wasit. Ofisial dan pemain kami agak emosi. Kami harus pulang bawa poin. Bahkan anak-anak bermain keras," katanya.
Krisis finansial bukan hambatan bagi tim, karena manajemen, dan pemain bahu membahu. "Kami bersyukur ada pengusaha yang bersimpati dan bersedia mau kasih bonus kalau menang," ujat Benny.
Manajer Persegres, Thoriq Majidannor, menyatakan, manajemen langsung mengevaluasi pelatih dan asisten menyusul hasil buruk di putaran kedua. Pelatih masih diberi satu kesempatan menangani tim sekali lagi melawan PSAP Sigli, 16 Mei mendatang.
"Itu harus menang tidak boleh seri apalagi kalah. Selanjutnya lawan Gresik berat Sriwijaya FC dan Mitra Kukar," kata Jidan.
Soal pertandingan lawan PSMS Medan, ia menyayangkan hasil dramatis setelah unggul 2-1. Akhirnya kemenangan pupus tinggal di detik akhir pertandingan.
