Rabu, 23 April 2014
Drama Muamba: Jantung Tak Berdetak 2 Jam
Senin, 19 Maret 2012 | 00:08 WIB
|
Share:
AFP/PAUL ELLIS
Seorang fans dan anaknya meletakkan syal di Book of Remembrance di Stadion Reebok miliki Bolton, sebagai bentuk dukungan dan doa kepada gelandang Fabrice Muamba yang terkena serangan jantung saat membela Bolton melawan Tottenham Hotspur, Minggu (18/3/2012).

LONDON, KOMPAS.com — Insiden pingsannya gelandang Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, memang cukup mencekam. Ternyata, jantungnya berhenti dan para petugas medis sempat panik karena gagal mengembalikan detak jantungnya. Bahkan, hampir dua jam jantungnya tak berdetak, sampai dia tiba di London Chest Hospital.

Pertandingan perempat final Piala FA antara Bolton lawan Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane, Sabtu (17/3/2012), awalnya menarik. Ribuan orang memadati stadion menyaksikan pertarungan ketat yang sementara berkedudukan 1-1. Pada menit ke-41, tiba-tiba Fabrice Muamba terjatuh tanpa kontak dengan pemain lain, dan tak sadarkan diri.

Cukup lama petugas medis menyadarkannya. Mereka sudah mencoba memompa dan melakukan pertolongan pernapasan lewat mulut, tetapi tetap saja gagal. Para pemain dan wasit Howard Wbb pun tampak panik dan sebagian mulai berdoa. Penonton juga terpukul dan berdoa, sementara sebagian malah sampai menangis.

Setelah sekitar 10 menit pertolongan dilakukan di lapangan, Muamba kemudian dilarikan ke London Chest Hospital yang jaraknya sekitar 11 km dari stadion.

Dalam perjalanan, para petugas medis semakin panik karena jantung Muamba tak berdetak, meski secara medis dia masih hidup.

Mendekati rumah sakit, jantungnya mulai bereaksi. Dia langsung dimasukkan ke pusat jantung untuk penanganan intensif. Menurut Guardian, hampir dua jam jantung Muamba tak berdetak. Dia langsung dimasukkan ke pusat jantung di rumah sakit itu dan berada di bawah monitor para ahli jantung.

Namun, sampai kini dia masih dalam kondisi dibius dan mendapat bantuan alat pemompa jantung. Belum ada keterangan lanjut tentang kondisi Muambar.

"Petugas menggunakan alat penolong pompa jantung sejak dari lapangan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, jantungnya perlahan-lahan mulai berdetak. Kondisinya terus dimonitor oleh para ahli jantung," demikian pernyataan rumah sakit.

Simpati kepada Muamba sampai kini terus berdatangan. Bahkan, Gary Cahill sengaja menggunakan kaus dalam bertuliskan doa kepada Muamba. Dia menunjukkannya kepada publik setelah mencetak gol pada perempat final Piala FA lawan Leicester City, Minggu (18/3/2012).

Pelatih Bolton, Owen Coyle, mengatakan bahwa dia diminta keluarga Muamba untuk menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak. "Keluarga (Muamba) juga berterima kasih kepada media massa yang menghormati privasi keluarga pada saat ini," ujarnya.

 

Editor : Hery Prasetyo